- Home
-
- Luar Negeri
-
- India Kejar Kesepakatan Da...
India Kejar Kesepakatan Dagang dengan AS untuk Dapatkan Tarif Impor Lebih Rendah Dari Indonesia
Kamis, 17 Jul 2025, 17:15 WIBJAKARTA - India saat ini sedang mengupayakan perjanjian dagang bilateral (Bilateral Trade Agreement/BTA) dengan Amerika Serikat demi memperoleh tarif impor yang lebih rendah. Target India adalah menekan tarif menjadi di bawah 20 persen, lebih rendah daripada tarif yang telah disepakati AS dengan Indonesia sebesar 19 persen serta Vietnam sebesar 20 persen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian dagang dengan Indonesia menetapkan tarif sebesar 19 persen.
"India menginginkan tarif yang lebih menguntungkan dibandingkan Indonesia dan tarif 20 persen yang disebut Trump akan dikenakan kepada Vietnam," kata sumber dari NDTV.
Trump telah memastikan rencana pengenaan tarif sebesar 19 persen terhadap impor dari Indonesia, dan hal ini menjadikan India berlomba untuk mendapatkan tarif yang lebih rendah agar bisa mendapatkan posisi dagang yang lebih baik. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga daya saing India terhadap negara-negara mitra dagang lain di Asia.
Selama kunjungan resmi ke Washington, tim negosiasi India mendorong percepatan perjanjian awal sebelum tenggat 1 Agustus 2025. Batas waktu itu merupakan rencana penerapan tarif timbal balik oleh AS atas barang impor dari negara-negara yang belum memiliki kesepakatan resmi.
India mengincar tarif impor di bawah 10 persen sebagai hasil dari kesepakatan tersebut. Namun, India belum bersedia membuka akses pada sektor pertanian dan produk susu dalam tahapan awal negosiasi.
India belum menerima surat penawaran khusus seperti yang diberikan AS kepada negara-negara mitra lainnya. Meski demikian, ketiadaan surat itu dipandang sebagai sinyal positif bahwa proses negosiasi masih berjalan baik dan konstruktif.
Arah kesepakatan ini tampaknya meniru pola kerja sama antara AS dan Indonesia, yang melibatkan tarif impor rendah dan akses pasar untuk produk-produk Amerika.
Menurut Trump, "India pada dasarnya sedang mengikuti jalur yang sama. Kami akan memperoleh akses ke pasar India."
Ekonom India menyebutkan bahwa kesepakatan ini kemungkinan besar akan melibatkan konsesi dari kedua pihak. Salah satu poin penting adalah peningkatan ekspor barang industri dari India serta pembelian produk-produk Amerika seperti pesawat Boeing sebagai bentuk timbal balik.
Namun, proses negosiasi menghadapi tantangan, terutama karena India enggan menurunkan tarif tinggi untuk sektor pertanian dan produk susu. Meski begitu, India menunjukkan keterbukaan untuk menurunkan tarif produk manufaktur dari AS dalam kerangka kesepakatan awal bertipe ânol-untuk-nolâ (zero-for-zero).
Delegasi India yang dipimpin oleh negosiator utama Rajesh Agrawal saat ini sedang melakukan pembahasan intensif di Washington. Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, menegaskan bahwa kesepakatan hanya akan dilakukan jika tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.
Dengan negosiasi yang makin intensif dan tenggat waktu yang semakin dekat, kedua negara sedang menyusun paket awal berisi konsesi di sektor non-pertanian, penurunan tarif, dan peningkatan akses pasar. Tanda-tanda positif dari jalur diplomatik menunjukkan bahwa kesepakatan ini berada pada tahap akhir yang menegangkan atau disebut âcliffhangerâ.
Namun, seperti yang dilaporkan oleh Financial Express, India tetap berusaha menawar tarif lebih rendah dibandingkan Indonesia dan Vietnam. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan komparatif dan memastikan India tidak diperlakukan sebagai negara transit (transshipment).
Kondisi ini mengindikasikan bahwa perjanjian dagang bilateral antara India dan Amerika Serikat dapat menjadi strategi penting. Bukan hanya untuk menurunkan tarif impor, tetapi juga untuk memperkuat posisi India dalam rantai pasok global dan menarik investasi asing langsung ke dalam negeri.
Secara keseluruhan, India terus melanjutkan negosiasi demi mencapai tarif impor yang kompetitif lebih rendah dari 19 persen dan untuk meningkatkan akses pasar ke Amerika Serikat. Dalam skema ini, India juga siap memperluas ekspor manufaktur dan melakukan pembelian produk-produk AS sebagai bagian dari kesepakatan dagang.
- Donald Trump
- India
- Tarif Dagang AS
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.