Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

21 Perusahaan Penyebab Banjir Puncak Dihukum

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
21 Perusahaan Penyebab Banjir Puncak Dihukum Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Sestama KLH/BPLH Rosa Vivien Ratnawati (tengah) dan Direktur Sanksi Administrasi KLH Ari Prasetia (kanan) dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (16/7).

BOGOR – Langkah tegas dilakukan terhadap 21 perusahaan yang menjadi penyebab banjir kawasan Puncak, Bogor. “Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi memberikan sanksi kepada 21 perusahaan yang berada di kawasan Puncak karena berkontribusi terhadap banjir yang terjadi di wilayah itu beberapa waktu lalu,” tutur Sekretaris Utama KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Rosa Vivien Ratnawati, Rabu (16/7).

Dia mengatakan pengawasan lapangan usai dua kejadian banjir di Puncak menemukan pelanggaran dilakukan 21 usaha termasuk tidak memiliki izin lingkungan atau pembangunannya berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. “Total adalah 8 plus 13 atau 21 perusahaan yang dikenakan sanksi,” kata Vivien.

Vivien menjelaskan bahwa verifikasi lapangan usai banjir di Puncak, Kabupaten Bogor 2 Maret dan 5-9 Juli memperlihatkan bangunan berkontribusi terhadap bencana tersebut. Bangunan-bangunan itu dimiliki delapan perusahaan.

Mereka memiliki persetujuan lingkungan tumpang tindih dengan dokumen sah yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2. Terkait delapan perusahaan itu, KLH/BPLH sudah memerintahkan kepada Kabupaten Bogor untuk mencabut persetujuan lingkungan.

Tidak hanya itu, terdapat juga 13 perusahaan yang menjalin kerja sama operasi (KSO) di area PTPN 1 Regional 2. Mereka juga dikenai sanksi oleh KLH/BPLH. Sanksi berupa penanaman, pembongkaran bangunan, dan pelaporan sanksi. Empat dari KSO tersebut sudah melakukan penanaman kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sanksi Administrasi KLH Ari Prasetia menyampaikan bahwa beberapa KSO yang dikenai sanksi dan belum membongkar minta penambahan waktu untuk melaksanakan sanksi dari pemerintah. Namun, dia memastikan pembongkaran akan tetap berjalan. Pembongkaran paksa dapat dilakukan jika perusahaan tidak menjalankan kewajiban.

“Untuk yang 13, kita lakukan pembongkaran. Mereka harus mengikuti perintah. Kalau tidak, kita bongkar dan mereka harus menanami lagi,” demikian Ari Prasetia.

Menurut Rosa Vivien, KLH memberi sanksi kepada 21 perusahaan demi melindungi lingkungan hidup. Selain itu, juga untuk menekan potensi bencana banjir. “Jadi, sanksi bukan upaya mematikan usaha,” tandas Rosa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.