Pemkab Cirebon Proyeksikan PLTSa Olah 600 Ton Sampah Per Hari

Rabu, 16 Jul 2025, 16:45 WIB

CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berkapasitas 10 megawatt (MW) di daerah itu mampu mengolah hingga 600 ton sampah per hari, melalui kerja sama dengan PT Global Energi Investama Group.

Bupati Cirebon Imron mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan upaya jangka panjang dari pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah yang hingga kini masih belum tertangani sepenuhnya.

Ket. Foto: Penandatanganan nota kesepahaman. — Sumber: antara foto

“Kami sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Global Energi Investama Group. Permasalahan sampah masih terjadi meski sudah ada arahan hingga ke tingkat desa,” kata Imron di Cirebon, Rabu (16/7).

Ia menyebutkan kerja sama itu diharapkan menjadi solusi konkret, sekaligus mempercepat penanganan sampah melalui pendekatan teknologi ramah lingkungan.

“Kerja sama ini kami apresiasi dan mudah-mudahan cepat terealisasi untuk menjadikan Cirebon bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Global Energi Investama Group, Machnizon Masri mengatakan proyek ini diawali dengan studi kelayakan (feasibility study/FS) sebelum memasuki tahap konstruksi, yang diperkirakan berlangsung lebih dari satu tahun.

“Kalau semuanya lancar, bisa selesai dalam dua tahun. Target kami membangun PLTSa dengan kapasitas 10 MW yang membutuhkan 600 ton sampah per hari,” katanya.

Ia menjelaskan potensi sampah di Kabupaten Cirebon cukup besar, yakni mencapai sekitar 1.200 ton per hari, namun sebagian baru tertangani oleh proyek pemerintah.

“Kami akan memanfaatkan setengah dari produksi sampah harian itu. Jadi, sangat memungkinkan untuk menopang proyek ini,” ucapnya.

Jika diperlukan tambahan pasokan, pihaknya membuka peluang menyerap sampah dari daerah sekitar, seperti Indramayu, Kuningan, dan Majalengka, sesuai izin dari Pemkab Cirebon.

Machnizon menambahkan pemilihan Cirebon sebagai lokasi proyek tak lepas dari jumlah penduduk, volume sampah harian, serta faktor historis dan kultural.

“Cirebon menjadi salah satu wilayah potensial di Jawa Barat. Ini langkah awal kami mewujudkan energi terbarukan berbasis sampah,” ucap dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.