Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Buat Sistem MBG Terdigitalisasi Pastikan Program Efektif

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 14:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Buat Sistem MBG Terdigitalisasi Pastikan Program Efektif Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilodong Depok.

JAKARTA – Pemerintah membuat sistem pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdigitalisasi untuk memastikan program ini berjalan efektif menekan angka kasus stunting serta menyiapkan gizi guna memastikan bonus demografi berkualitas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi cara tepat sasaran untuk mengelola program berskala nasional yang menyasar hingga 82 juta anak pada akhir 2025 itu.

“Saya kira intervensi digital atau digitalisasi dalam proses pelaksanaan makan bergizi gratis ini, ini satu keniscayaan karena kita akan memberi makan kurang lebih 82 juta di akhir 2025 ini,” kata Nezar dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (16/7).

Nezar menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan data secara digital, mulai dari rantai pasok bahan makanan, pengawasan standar gizi, distribusi, hingga pelaporan.

Menurutnya, kesuksesan eksekusi program bergantung pada efisiensi sistem yang dibangun dari hulu ke hilir, ia pun memberikan contoh kasusnya.

“Untuk menyiapkan makanan tepat waktu, itu harus disiapkan dari hulu sampai hilir. Misalnya untuk menjamin supaya pasokan bahan makanan di dapur bisa datang tepat waktu, dan juga bisa memenuhi standar gizi yang ada, itu semua harus berdasarkan data,” kata Nezar.

Dengan sistem digital, seluruh proses, termasuk harga bahan pokok, ketersediaan stok, kualitas makanan, dan waktu pengiriman dapat dipantau secara langsung atau real-time sehingga dapat mengurangi potensi kesalahan, manipulasi, dan pemborosan anggaran.

Ia menyebutkan dengan sistem digital juga nantinya memastikan koordinasi antarpihak yang terlibat menjadi lebih baik dan membuat pelayanan bagi masyarakat bisa lebih optimal.

“Untuk mengoordinasikan ekosistem yang begitu luas dari hulu sampai ke hilir, rantai pasok makanan ke satu set dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), itu melibatkan begitu banyak koordinasi. Dan ini hanya bisa dilakukan kalau akses digital tersedia bagi semua orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nezar menekankan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia dan menjadi salah satu program prioritas yang diperhatikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut banyak negara sukses memanfaatkan program serupa untuk meningkatkan produktivitas dan kecerdasan anak-anak yang akan menjadi tenaga kerja unggul di masa depan.

“MBG ini nanti dampaknya adalah pada kesiapan labor forces kita, tenaga kerja kita, generasi kita dalam membangun satu ekosistem ekonomi yang kita tahu akan diwarnai oleh ekonomi digital juga nantinya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045, digitalisasi MBG berperan dalam menciptakan keadilan akses dan pengawasan publik.

Dengan konektivitas digital yang kini menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni, Nezar menyatakan bahwa semua wilayah punya kesempatan yang sama untuk memperoleh manfaat dari program ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Advertisement
Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

Babak Pertama Final FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 0-0

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.