Juara Dunia, Sinyal Kebangkitan Chelsea

Selasa, 15 Jul 2025, 07:10 WIB

EAST RUTHERFORD, AMERIKA SERIKAT — Pemain Chelsea, Cole Palmer, menjadi bintang saat Chelsea menorehkan sejarah dengan menaklukkan Paris Saint-Germain 3-0 di final Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (14/7) dini hari WIB. Dua gol dan satu assist dari gelandang muda Inggris itu memastikan The Blues meraih trofi global di MetLife Stadium, New Jersey, di hadapan 81.000 penonton termasuk Presiden AS Donald Trump.

PSG datang sebagai unggulan setelah menjuarai Liga Champions Eropa dan membantai Real Madrid 4-0 di semifinal. Namun, status favorit itu runtuh dalam 45 menit pertama, ketika Chelsea mencetak tiga gol dan mengendalikan jalannya laga.

Ket. Foto: Pemain Chelsea, Cole Palmer, mengangkat trofi bersama para pemain pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, setelah pertandingan final antara Chelsea lawan PSG di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Senin (14/7) dini hari WIB. — Sumber: ANGELA WEISS/AFP

Gol pembuka datang pada menit ke-22. Serangan dari sisi kanan diawali aksi Malo Gusto yang melewati Nuno Mendes. Bola sempat diblok namun memantul kembali ke Gusto dan diteruskan ke Palmer yang menyarangkan bola ke pojok bawah gawang Gianluigi Donnarumma.

Delapan menit berselang, Palmer kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan saat Mendes lengah di sisi kiri. Palmer menggiring bola ke dalam kotak penalti dan kembali menaklukkan Donnarumma dengan tembakan mendatar ke arah yang sama.

Menit ke-43, Palmer memanfaatkan kelengahan lini belakang PSG untuk mengirim umpan terobosan kepada Joao Pedro.

Penyerang asal Brasil yang baru direkrut dari Brighton itu sukses mencetak gol ketiga Chelsea dengan sontekan pelan melewati penjaga gawang. PSG terlihat frustrasi dan kehilangan arah. Upaya mereka mencetak gol hanya nyaris membuahkan hasil lewat sundulan Joao Neves jelang turun minum. Keadaan makin memburuk ketika Neves diganjar kartu merah di menit ke-86 setelah tertangkap kamera menarik rambut Marc Cucurella dalam insiden tanpa bola.

Skor 3-0 bertahan hingga akhir dan Chelsea pun menutup musim yang gemilang dengan koleksi tiga trofi: UEFA Conference League, posisi empat besar Liga Inggris, dan kini mahkota dunia antarklub. “Ini kemenangan besar kami. Menjadi juara dunia melawan tim sekelas PSG, tim terbaik dunia dengan pelatih luar biasa, adalah hal yang membanggakan,” ujar pelatih Enzo Maresca.

Maresca, yang baru semusim menukangi Chelsea usai sebelumnya menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City, menyebut turnamen ini setara dengan Liga Champions. “Saya pernah ada di bangku staf ketika City juara Liga Champions. Tapi turnamen ini menghadirkan yang terbaik dari setiap benua. Ini momen yang tak kalah penting,” sambungnya.

Pelatih itu mengaku instruksinya sejak awal adalah menyerang PSG tanpa rasa takut. Dia berpesan kita ke sini untuk menang. Dan dalam 10 menit pertama, mereka langsung paham. Setelah itu kualitas pemain berbicara. Cole Palmer, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Final, mengakui performa timnya menjadi bukti mental juara Chelsea.

Wajah Palmer memang telah terpampang di billboard New York selama turnamen ini, bersanding dengan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. “Saya melihat foto saya di Times Square dan Madison Square Garden. Menjadi bagian dari momen ini luar biasa,” tambahnya. Chelsea tak hanya pulang dengan trofi, tapi juga hadiah sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar 2 triliun rupiah.

Tidak Kecewa

Di kubu lawan, pelatih PSG Luis Enrique menerima kekalahan dengan lapang dada. “Chelsea pantas menang. Mereka main luar biasa sejak awal dan kami tidak bisa menyamai level mereka kali ini,” ujar mantan pelatih timnas Spanyol itu.

Dia juga mengklarifikasi insiden usai peluit panjang ketika dirinya tertangkap kamera mengangkat tangan ke arah Joao Pedro. ben/AFP/G-1

  • Piala Dunia Antarklub 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.