Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASN Didorong Memberi Contoh Pelopori Pembuatan Biopori

25 Selasa, 15 Jul 2025, 19:54 WIB | Oleh:
ASN Didorong Memberi Contoh Pelopori Pembuatan Biopori ASN Didorong Memberi Contoh Pelopori Pembuatan Biopori Doc: ist
Ket. Biopori

BANTUL -  Untuk memanfaatkan sampah dan membuat pupuk, semua diharapkan membuat biopori. Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menginstruksikan para aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor pembuatan biopori untuk mengelola sampah organik di wilayah tempat tinggalnya masing masing.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Selasa, mengatakan Bantul menjadi tujuan pengolahan sampah terbesar di DIY. Sebab sebagian sampah dari Kabupaten Sleman masuk Bantul. Apalagi dari Kota Yogyakarta hampir semuanya masuk Bantul.

"Jadi beban sampah Bantul sangat tinggi. Mari warga Bantul kita selesaikan sampah secara mandiri. Kita punya delapan ribu ASN. Ini akan menjadi pelopor pembuatan biopori di halaman rumah masing-masing," katanya.

Kalau nantinya terdapat ASN yang tidak mau membangun biopori secara mandiri di lahan pekarangan rumahnya, bakal dikenakan sanksi. Untuk itu para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) akan mengecek bawahannya agar harus punya biopori.

"Kemudian lurah lurah atau kepala desa ngecek pamong-pamong harus secara mandiri membuat biopori. Nanti akan kita susul dengan Surat Instruksi atau edaran, bahwa ASN, pamong harus menjadi pelopor kebersihan masyarakat," katanya.

Selain biopori, kata dia, jika di lahan pekarangan rumah masih tersisa tempat untuk pembuatan jugangan (lubang di tanah) untuk mengubur sampah organik, maka agar dibuatkan dua duanya agar pengelolaan sampah organik lebih maksimal.

"Dua duanya, biopori dan jugangan, asal yang masuk di situ hanya sampah organik, pecahan kaca, plastik tidak boleh masuk ke situ. Ini seperti kakek nenek jaman dulu, dan jugangan itu sangat signifikan menyelesaikan sampah organik, bahkan biopori bisa dipanen berupa pupuk," katanya.

Menurut dia, langkah tersebut sebagai upaya pemerintah melakukan intervensi dalam mengurangi timbunan sampah dari sumber sampah, sumber atau bangkitan sampah tersebut adalah rumah tangga, restoran dan pasar.

"Di Bantul itu kurang lebih ada hampir 300.000 keluarga. Kalau ini menjadi gerakan masing masing rumah mempunyai biopori saya yakin itu rampung. Karena 70 persen sampah yang menumpuk itu sampah organik, seperti sisa makanan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.