Harga Gabah Naik, Tapi Tak Semua Petani Ikut Panen Untung!

Senin, 14 Jul 2025, 23:34 WIB

JAKARTA - Harga Gabah Kering Panen (GKP) yang mencapai Rp7.500 per kg pekan lalu, melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg, tidak dinikmati secara maksimal oleh seluruh petani.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat Otong Wiranta, dalam sebuah diskusi diikuti di Jakarta, Senin (14/7), mengatakan kenaikan harga ini biasanya terjadi saat di luar musim panen.

Ket. Foto: Foto udara petani memanen padi menggunakan mesin pertanian di Lawang, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/7/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Mada

Artinya, saat harga sedang melonjak, sentra-sentra utama produksi padi seperti di Karawang, Subang, dan Indramayu justru sudah selesai panen dan tidak menikmati harga tinggi itu.

“Yang menikmati itu daerah-daerah yang biasanya telat tanam. Itu adanya di daerah-daerah pesisir,” kata Otong.

Namun, ia menjelaskan daerah-daerah tersebut umumnya menghadapi tantangan seperti drainase lahan yang buruk dan sistem pengairan yang belum optimal, yang menyebabkan air sulit dibuang dan pada akhirnya produksi padi menjadi tidak maksimal.

Dengan demikian, meskipun harga di pasar sedang tinggi, Otong menyebut para petani di daerah potensial yang merupakan pemasok utama gabah tidak menikmati kenaikan ini karena mereka sudah tidak berproduksi.

Di sisi lain, jika ada petani di daerah pesisir yang panen saat harga gabah tinggi, produksi mereka yang tidak optimal membuat rata-rata pendapatan yang diperoleh tidak jauh berbeda dari perhitungan keuntungan normal.

Otong menuturkan biaya usaha tani di Karawang, Subang, dan Indramayu saat ini mencapai Rp27,94 juta per hektare, termasuk sewa lahan. Jika sewa lahan tidak dihitung, biaya produksi masih di angka Rp16 juta per hektare.

Dengan rata-rata produksi 6 ton per hektare dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, petani bisa meraup pendapatan sekitar Rp39 juta. Setelah dikurangi biaya produksi, keuntungan bersih petani hanya sekitar Rp11 juta untuk satu musim tanam atau lima bulan.

Namun, Otong menyoroti kompleksitas dalam menentukan siapa yang benar-benar diuntungkan dari harga gabah yang berlaku.

“Saya masih melihat bahwa kriteria petaninya sendiri sampai saat ini masih melebar kemana-mana. Karena buruh tani juga disebut petani, penyewa juga disebut petani, pemilik juga disebut petani,” kata dia.

Harga GKP di beberapa daerah dilaporkan tembus Rp7.500 per kg, melampaui HPP Rp6.500 per kg. Sementara, harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas medium masih tetap di angka Rp12.500 per kg.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tidak Kalah Seru dari Game Online, Permainan Tradisional Kembali Digelar di Banda Aceh

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan dalam Pelayanan Perempuan dan Anak

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Layanan Publik Makin Praktis! Tanjungpinang Hadirkan Kartu Bima Sakti

Cuaca Hari Ini, Sejumlah Wilayah RI Diprakirakan BMKG Diguyur Hujan

Anggota Paskibraka Situbondo Dapat SIM C Gratis

Semarak HUT RI, Lomba Panjat Pinang Meriahkan Perayaan di Kalimalang

HUT RI Bawa Kabar Baik! Tarif Transportasi Khusus Diharap Bikin Warga Makin Gemar Naik Angkutan Umum

Komunitas Penyelam Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Maratua di HUT Ke-81 RI

Nasib 2.298 PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Terjawab, Pemkab Pastikan Tetap Bekerja

OJK Bangun Pusat Layanan Keuangan Terpadu di KNMP Sorue Jaya Konawe

Keren Bikin Penumpang Terpukau! KAI Palembang Hadirkan Nuansa Merah Putih di Kereta

BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar di Tanah Air pada Selasa (18/8) Diguyur Hujan, Jakarta dan Bandung Berawan Tebal

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Korban Gempa NTT

Bantuan Gempa NTT Dipacu! BNPB Percepat Distribusi ke Warga Terdampak

Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau

Ndarboy Gank Meriahkan Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan “Kicau Mania"

GIHES 2026: Pesantren Jadi Model Pendidikan Holistik untuk Menjawab Tantangan Zaman

Di Tengah Suasana Pascagempa, Upacara HUT Kemerdekaan RI di Manggarai Berlangsung Khidmat

Pascagempa, Pemkab Manggarai Barat Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Aman Dikunjungi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.