- Home
-
- Luar Negeri
-
- Grand Canyon Terbakar, Tur...
Grand Canyon Terbakar, Turis dan Penduduk Dievakuasi
Minggu, 13 Jul 2025, 10:28 WIBLOS ANGELES - Kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat melanda sebagian Grand Canyon. Dinas Taman Nasional Amerika Serikat memerintahkan turis dan penduduk mengungsi.
"Karena Kebakaran Dragon Bravo yang meluas di Taman Nasional Grand Canyon, seluruh penduduk North Rim kini berstatus 'GO' dan harus segera mengungsi dari North Rim," demikian pernyataan Dinas Taman Nasional dalam sebuah postingan X pada Jumat (11/7) sore.Â
Kebakaran Dragon Bravo, yang dipicu oleh petir dan telah berkobar sejak 4 Juli, luasnya mencapai 150 hektare pada Jumat malam dan belum terkendali sama sekali, menurut laporan insiden pemerintah AS.
Staf Dinas Taman telah membersihkan North Rim dari sekitar 500 pengunjung pada Kamis malam. North Rum kurang populer di kalangan wisatawan dibandingkan South Rim
Akses ke area tersebut juga ditutup karena kebakaran yang lebih besar yang disebut Kebakaran White Sage, yang terjadi di luar Taman Nasional Grand Canyon.
Namun, api mendekati Jacob Lake, Arizona, pemukiman kecil yang dikenal sebagai gerbang menuju North Rim.
Sekitar 10.973 hektare telah hangus akibat Kebakaran White Sage yang belum terkendali sama sekali, menurut pihak berwenang, yang merilis gambar gumpalan asap tebal yang membubung di atas gurun tandus tersebut.
Jon Paxton, petugas pers untuk kantor sheriff Coconino County, mengatakan kepada AFP, sebuah hotel dan beberapa bisnis telah dikosongkan.
"Sebagian besar orang yang kami evakuasi adalah para pekemah," ujarnya. "Daerah ini berupa gurun tinggi dan sebagian besar berupa hutan terbuka untuk berkemah."
Dipicu Petir
Kebakaran White Sage juga disebabkan oleh petir saat terjadi badai petir pada tanggal 9 Juli.
"Para kru menghadapi perilaku kebakaran yang sangat ekstrem akibat kondisi kering dan angin kencang serta tak menentu yang menghambat kemampuan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api dengan aman," kata Biro Pengelolaan Lahan (BLM).
Salah satu keajaiban alam terbesar, Grand Canyon merupakan hasil dari Sungai Colorado yang mengikis lapisan batu pasir merah dan batu lainnya selama jutaan tahun, meninggalkan celah selebar 18 mil (30 km) dan kedalaman lebih dari satu mil (1,6 km).
Dinas Taman Nasional mengimbau untuk tidak melakukan pendakian ke ngarai tersebut, karena suhu panas ekstrem dan asap kebakaran hutan. Seorang pria berusia 67 tahun meninggal pada hari Selasa saat mencoba mencapai sungai dalam kondisi panas.
Tahun lalu hampir lima juta orang mengunjungi situs terkenal di dunia tersebut.
Situs populer lainnya, Taman Nasional Black Canyon of the Gunnison di Colorado, juga ditutup pada hari Jumat karena kebakaran hutan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar. 2 Pelaku Penjual Tapir Ditangkap di Pasaman.
-
Fitch Ratings Sematkan Outlook Negatif pada Peringkat Utang RI, Ada Alarm Apa di Balik Fiskal Nasional?
-
BRIN Kaji Pembakaran Terkendali untuk Tekan Karhutla yang Melonjak 8 Kali Lipat
-
Harga BBM di SPBU Pertamina: Solar dan Bensin RON 98 Naik di Pertengahan April
-
Dari Sungai Pontianak, ASDP Hadir Jaga Konektivitas Berkelanjutan
-
Taklimat Presiden RI pada Rapim TNI–Polri 2026, Perkuat Sinergi TNI–Polri Jaga Stabilitas Nasional
-
Urai Kemacetan Aglomerasi MRT Ekspansi ke Banten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.