Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Semarang Siap Hidupkan Kembali Pasar Semawis

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 21:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Semarang Siap Hidupkan Kembali Pasar Semawis Doc: ANTARA
Ket. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat meninjau kawasan Pecinan Semarang.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang siap menghidupkan kembali pergelaran "Pasar Semawis" untuk menumbuhkan denyut ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Pecinan Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, di Semarang, Sabtu (12/7), mengatakan bahwa kawasan Pecinan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai simbol keberagaman dan kebanggaan warga Kota Semarang.

"Kami menemukan adanya keinginan kuat untuk mereaktivasi Kampung Semawis. Ini sejalan dengan visi kota Semarang sebagai kota inklusif dan terbuka," katanya.

Pasar Semawissebagai ikon wisata dan ruang interaksi lintas budaya yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan Pecinan terpaksa terhenti sejak pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan bahwa revitalisasi kawasan Pecinan tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan nilai-nilai kultural yang melekat erat di Kampung Semawis.

Oleh karena itu, kata dia, pendekatan yang dilakukan Pemkot Semarang akan menjaga keseimbangan antara pelestarian bangunan bersejarah dan penciptaan ruang yang bersih, layak, serta mendukung aktivitas warga.

"Kalau berbicara tentang Kampung Pecinan, maka kita berbicara tentang 'heritage'. Kami ingin mempertahankan keaslian, termasuk lampu, tempat sampah, pedestrian, hingga material jalan. Ini semua untuk menguatkan citra kawasan Pecinan tanpa mengubah identitasnya," katanya.

Kampung Semawis pernah menjadi pusat keramaian yang tak hanya menawarkan kuliner malam, tetapi juga atmosfer kebudayaan Tionghoa-Semarang yang khas.

Namun sejak pandemi Covid-19, kegiatan pasar malam itu terhenti dan belum sepenuhnya aktif kembali. Kini, semangat dari komunitas dan dukungan dari Pemkot Semarang membuka harapan baru bagi kawasan ini untuk bangkit kembali.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, baik melalui intervensi teknis oleh OPD terkait maupun dukungan program lintas sektor.

"Kami ingin Kampung Semawis kembali hidup. Bukan sekadar ramai di malam akhir pekan, tapi juga sebagai kawasan perdagangan, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, dan ruang bertemu bagi semua golongan. Dari sinilah semangat kota inklusif Semarang bisa bertumbuh," katanya.

Reaktivasi Kampung Semawis menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam merawat ruang hidup kota yang berakar pada sejarah dan menyapa masa depan dengan keberagaman.

Iswar pun berharap warga ikut terlibat aktif dalam menyambut kembali denyut kehidupan Kampung Semawis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.