Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KemenPPPA Sebut Keluarga Berperan Penting Jadikan Anak Berani Bersuara

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 13:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
KemenPPPA Sebut Keluarga Berperan Penting Jadikan Anak Berani Bersuara Doc: ANTARA
Ket. Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I Devy Nia Pradhika saat menghadiri kegiatan dialog dengan sejumlah anak berusia 12–17 tahun yang merupakan perwakilan Forum Anak dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) di Jakarta.

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan bahwa keluarga berperan penting dalam membuat anak-anak berani bersuara atau menyuarakan pendapatnya.

"Dalam partisipasi anak, sebenarnya banyak yang harus terlibat, khususnya dari hal terkecil di keluarga. Keluarga juga harus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mereka itu berpartisipasi yaitu dalam menyuarakan pendapat," kata Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I, Devy Nia Pradhika, saat ditemui di Kantor KemenPPPA, Jakarta, Kamis (10/7).

Hal tersebut dia sampaikan usai menghadiri kegiatan dialog dengan sejumlah anak berusia 12–17 tahun yang merupakan perwakilan Forum Anak dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Lebih lanjut, Devy mencontohkan keluarga dapat melatih anak agar berani menyuarakan pendapatnya dengan melibatkan mereka dalam setiap pengambilan keputusan.

"Jadi kita sebagai orang tua, misalnya, bisa mendengarkan suara anak, kita mendengarkan apa keinginan anak-anak, apa yang disuarakan oleh anak-anak," ujar dia.

Langkah itu, ujar dia melanjutkan, dapat membuat anak-anak memiliki kepercayaan diri dalam menyuarakan pendapatnya. Dengan demikian, ia pun akan memiliki keberanian untuk bersuara di tingkat yang lebih luas dari keluarga, seperti sekolah bahkan pemerintahan.

Sebelumnya, dalam sambutannya di acara dialog itu, Devy telah menyampaikan bahwa suara atau aspirasi setiap anak Indonesia bernilai penting untuk didengar, terutama oleh pemerintah dalam perumusan kebijakan terkait anak.

"Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, percaya bahwa setiap anak itu punya hak. Hak untuk apa? Hak untuk didengar, hak untuk dihormati, hak untuk dilibatkan secara bermakna. Suara kalian ini menjadi pijakan bagi kami dalam merumuskan sebuah kebijakan," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Devy juga mengapresiasi Wahana Visi Indonesia yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan dialog tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan wujud upaya menjadikan suara anak penting dalam proses pembangunan.

"Ini merupakan bentuk komitmen, komitmen dari kita bersama dalam menjadikan suara anak ini menjadi penting dalam proses pembangunan anak," kata dia.

Diketahui, menjelang peringatan Hari Anak Nasional 2025 pada 23 Juli mendatang, KemenPPPA tengah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya adalah penyusunan dan pembacaan Suara Anak Indonesia (SAI), yang berfungsi sebagai representasi aspirasi, kebutuhan, dan harapan anak-anak terhadap isu pemenuhan hak serta perlindungan khusus anak.

Proses penyusunan SAI dilakukan melalui penjaringan aspirasi dari anak-anak di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari desa hingga provinsi, dengan dukungan alat bantu Kanvas Suara Anak agar prosesnya lebih sistematis dan inklusif.

Hal itu menjadi bagian dari pendekatan inklusif yang mendorong pembangunan berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.