Universitas Pancasila Sosialisasikan Program Kampus Berdampak

Rabu, 09 Jul 2025, 07:50 WIB

Jakarta -- Universitas Pancasila, Jakarta, menyosialisasikan Program Kampus Berdampak untuk mengejawantahkan nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. 

Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, menegaskan bahwa Kampus Berdampak bukan sekadar jargon, melainkan sebuah spirit transformasi dalam Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kampus tidak bisa lagi menjadi menara gading. Ia harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, belajar, dan bertindak. Kami semua, dosen, mahasiswa, industri, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi untuk menghadirkan dampak yang nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan sosial,” ujar Adnan.

Program ini mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, berorientasi pada pemecahan masalah, dan memberdayakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta solusi.

“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sejauh mana dapat menyelaraskan visi, membangun kolaborasi, dan terus berinovasi,” kata Rektor.

Universitas Pancasila berharap dapat memperkuat sinergi antara sivitas akademika dan pihak eksternal, serta menciptakan ekosistem kampus yang inklusif, inovatif, dan berdampak nyata.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain, Nur Masyitah Syam (Sub-Koordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Ditjen Dikti) serta Wachyu Hari Haji (Kepala Program Magang Berdampak Ditjen Dikti).

Nur Masyitah Syam menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi ke depan bertumpu pada transformasi kampus sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat.

Pendidikan tinggi dituntut untuk menghubungkan riset dan kepakaran dengan kebutuhan dunia usaha, industri, serta komunitas.

“Paradigma baru pendidikan tinggi bukan hanya tentang mengajar dan meneliti, tapi tentang menciptakan dampak nyata dan terukur,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi quadruple-helix terdiri atas perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menghadirkan inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wachyu Hari Haji memaparkan bahwa Program Magang Berdampak 2025 dirancang untuk menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan nyata di masyarakat.

Program ini mengedepankan pembelajaran berbasis pengalaman melalui proyek nyata dari mitra industri dan lembaga, yang hasilnya tidak hanya diakui dalam bentuk konversi SKS(satuan kredit semester), tetapi juga menghasilkan portofolio profesional dan dampak terukur.

Ia menambahkan bahwa tantangan dalam program magang tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena mahasiswa harus menunjukkan kecocokan antara hard skill dan soft skill mereka dengan posisi yang ditawarkan oleh mitra magang.

“Jika mahasiswa terbukti sesuai dan mampu menjawab tantangan, banyak mitra yang membuka kesempatan kerja langsung tanpa harus melalui proses rekrutmen panjang. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap kualitas dan kesiapan mereka,” ujarnya.

Mahasiswa yang unggul berpeluang meraih “golden ticket” berupa rekomendasi untuk direkrut langsung setelah lulus, karena dianggap memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

  • Kampus Berdampak

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.