Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menpar Ungkap Empat Rekomendasi UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menpar Ungkap Empat Rekomendasi UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana rapat bersama Komisi VII DPR RI. Rabu (9/7/2025).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membeberkan empat rekomendasi yang diberikan oleh UNESCO pada pengelola Geopark Kaldera Toba untuk bisa mendapatkan kartu hijau kembali.

"Kami sampaikan bahwa ada empat rekomendasi yang diminta UNESCO yang pertama terkait warisan geologi dan interpretasinya," kata Widiyanti dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Widiyanti mengatakan rekomendasi pertama yakni Kaldera Toba diminta untuk melakukan diversifikasi cerita geologi dan survei yang lebih luas untuk mencakup lebih banyak situs geologi.

Pengelola diminta untuk memilih singkapan yang baik dan mudah diakses yang menunjukkan batuan dasar masing-masing dari empat letusan besar dan fitur struktural destinasi tersebut, serta  mempromosikan Kaldera Toba sebagai situs geologi baru.

Setiap situs harus dijelaskan dengan panel penjelasan yang baik secara ilmiah dan dan dipromosikan dalam peta yang komprehensif, di situs dan media lainnya. Informasi pada panel dan media lainnya harus bisa dipahami oleh masyarakat umum dan siswa sekolah.

Rekomendasi kedua yakni melakukan identifikasi dan investarisasi warisan alam, warisan budaya dan warisan takbenda yang tidak ditetapkan dalam geopark dan buat hubung kait di antara semua situs dalam sebuah cerita geopark yang komprehensif.

UNESCO, katanya, juga merekomendasikan untuk meningkatkan visibilitas Geopark Kaldera Toba secara umum, yakni dengan meningkatkan sejumlah panel penjelasan atau interprestasi di wilayah tersebut.

"Berikan perhatian khusus pada visibilitas dan informasi yang disediakan di lokasi mitra penting seperti kawasan pelestarian monyet dan gajah, resor Kaldera Toba dan tempat penting lainnya yang dapat mendukung komunikasi dan daya tarik Geopark yang visibilitasnya masih sangat rendah," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan perbaruan konten pada akun media sosial juga perlu digencarkan dengan memperkaya konten situs website Geopark dengan melengkapinya menggunakan versi bahasa Inggris atau bahkan bahasa ketiga, dengan catatan tidak bergantung pada terjemahan otomatis.

Selain logo UGGp dan logo Geopark, pengelola dan pemerintah juga perlu menjelaskan jaringan geopark regional dan global jika relevan pada panel interprestasi, brosur promosi geopark, selebaran, buku, peta dan lainnya.

Materi itu harus dipastikan benar dari sudut pandang ilmiah dan tata bahasa. Kebijakan promosi dikembangkan dengan kriteria yang terperinci dan konkret untuk geopark dan mitranya.

"Uraikan kriteria kemitraan dengan mendefinisikan tugas, tanggung jawab, konsekuensi dan lainnya secara jelas. Berikan pelatihan mitra dan pertukaran ide yang teratur," tambahnya.

Kemudian terkait dengan jejaring dan pelatihan, Geopark Kaldera Toba diminta untuk bekerja sama dengan geopark lain yang ada di Indonesia dan meningkatkan jaringan geopark regional (APGN) dan global (GGN) dan mempertimbangkan untuk melakukan kemitraan dengan UGGp lainnya.

Perlu pula memastikan bahwa anggota badan pengelola dan pengelola geosite berpartisipasi dalam kursus pelatihan nasional dan regional serta acara peningkatan kapasitas untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai aspek pengelolaan geopark.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
IMF Sebut Jepang Akan Turun...
Megapolitan
Bogor Siapkan PSEL Raksasa,...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.