BRIN: Hujan Ekstrem Bulan Juli Fenomena ‘Upnormal’

Rabu, 09 Jul 2025, 17:55 WIB

JAKARTA - Fenomena cuaca ekstrem di Jabodetabek belakangan ini mengejutkan para ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Profesor Riset Iklim dan Cuaca Ekstrem BRIN, Erma Yulihastin, mengatakan, pola hujan yang terjadi merupakan fenomena upnormal.

Ia menyebut hujan ekstrem di Jabodetabek terjadi karena adanya penjalaran sistem awan besar dari Sumatra. Awan jenis mesoscale convective complex (MCC) biasanya muncul saat musim hujan, namun kini terbentuk meski sedang kemarau.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

"Ini tidak biasa terjadi pada bulan Juli, harusnya anginnya dari timur. Kalau ada MCC di Sumatra akan menuju ke utara, ini kok bisa menuju ke Jawa," kata dia, Selasa (8/7).

"Ini menjadi pertanyaan kami para ilmuwan. MCC ini bisa menuju ke Kalimantan juga," imbuh dia.

Uniknya, kata Erma, MCC tidak langsung sampai ke Jabodetabek. Ia sempat melemah di Laut Jawa lalu menguat kembali.

Fenomena hujan ekstrem terjadi karena adanya penguatan terjadi saat MCC bertemu daratan dan pegunungan. Khususnya di selatan Bogor yang mempunyai struktur geografis kompleks.

"Yang paling khas di Jabodetabek, MCC yang masuk kesitu mengalami penguatan karena berinteraksi dengan gunung-gunung di selatan Bogor. Interaksi yang kuat antara laut, darat, gunung, itu yang kita lihat sekarang ini yang memelihara MCC itu," tutur dia.

Menurut studi BRIN tahun 2022, MCC kini lebih sering muncul di luar musimnya. Hal ini, menurutnya mengindikasikan adanya perubahan karakteristik cuaca.

Ia menilai, MCC biasanya dominan terbentuk di Desember hingga Februari. Tapi sekarang bisa terbentuk besar di waktu yang seharusnya musim kemarau. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.