Suporter Tamu Musim Depan Dilonggarkan, Kecuali untuk Klub Tertentu

Selasa, 08 Jul 2025, 21:08 WIB

JAKARTA - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan pihaknya sedang dalam tahap pengkajian untuk melonggarkan kebijakan suporter tim tamu untuk Super League 2025/2026, nama baru Liga 1 mulai musim depan.

Nantinya, kata Ferry, pihaknya sedang mengupayakan kehadiran suporter tim tamu untuk semua klub, kecuali bagi mereka yang memiliki rivalitas tinggi, seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta, serta Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Ket. Foto: Suporter Persija Jakarta melakukan koreografi saat selebrasi kemenangan setelah Persija Jakarta mengalahkan Persik Kediri pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Yulius Satria Wijaya

"Yang pasti tadi sudah bisa dibilang tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija. Begitu juga suporter Persija datang ke Persib itu pasti tidak bisa," kata Ferry saat menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa PT LIB kepada wartawan di Jakarta pada Senin (7/7) malam.

"Arema sama Persebaya juga enggak akan diizinkan untuk saat ini. Ya, tapi misalnya Dewa sama Persija, (lalu) Dewa sama barangkali Persebaya ini kan enggak ada sejarah (rivalitas) juga," tambah dia.

Kajian ini, kata Ferry, juga dilakukan seiring dengan telah diluncurkannya aplikasi bernama Sobat Liga pada April. Sobat Liga adalah penyedia layanan tiket pertandingan, yang mirip provider ticketing sejenisnya.

Tak hanya untuk pembelian tiket, aplikasi Sobat Liga juga menampilkan video sampai statistik pemain. “PSSI ingin ada peningkatan keamanan, kenyamanan dan ketertiban bagi penonton khususnya penonton away," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi tentang Sobat Liga, saat peluncuran aplikasi ini pada April.

Salah satu tujuan dari peluncuran Sobat Liga, kata Ferry kala itu, adalah membuka larangan kehadiran suporter tamu yang diberlakukan imbas tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

“Yang paling mudah ini tantangan dari liga untuk bisa mendapatkanprivilege untuk bisa membuka suporter away, karena yang masih dikhawatirkan PSSI, suporter ini tidak teridentifikasi (identitasnya),” ucap Ferry.

Lebih lanjut, pria 61 tahun itu juga menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang berupaya mendapatkan persetujuan dari pihak kepolisian untuk kebijakan suporter tim tamu musim depan.

"Nah, kita lagi minta persetujuan dari pihak kepolisian nanti akan juga dipandu oleh ketua umum (PSSI), supaya FIFA juga bisa memberikan restu kepada kita. Untuk klub-klub yang istilahnya tidak punya resistensi ya mudah-mudahan bisa diizinkan," jelas dia.

"Nah, kata permohonannya seperti itu. Dan kita berharap tentunya Liga Indonesia, I League (branding baru), ini bisa mendapatkan restu untuk bisa ada suporter bertamu. Tapi poinnya adalah itu," tutup dia. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.