Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara BRICS Desak Reformasi IMF dan Akhiri Dominasi Barat

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Negara BRICS Desak Reformasi IMF dan Akhiri Dominasi Barat Doc: Reuters
Ket. Ricardo Alban, Presiden Konfederasi Industri Nasional (CNI), menyampaikan pidato saat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin

JAKARTA - Para menteri keuangan dari kelompok negara berkembang BRICS menyerukan reformasi mendasar terhadap Dana Moneter Internasional (IMF), termasuk perubahan sistem kuota dan penghentian tradisi kepemimpinan Eropa di lembaga tersebut. Seruan ini dituangkan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan di Rio de Janeiro, Brasil, pada Sabtu (7/7), menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang akan digelar dalam waktu dekat.

Untuk pertama kalinya, negara-negara anggota BRICS yang kini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta anggota baru Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyatakan posisi bersama dalam upaya mendorong reformasi IMF. Mereka menegaskan komitmen untuk mendukung proposal tersebut pada sesi peninjauan IMF pada Desember mendatang, yang akan membahas perubahan kuota hak suara dan kontribusi anggota.

"Penataan ulang kuota seharusnya mencerminkan posisi relatif para anggota dalam ekonomi global, sembari melindungi jatah kuota para anggota termiskin," demikian bunyi pernyataan resmi BRICS. Para menteri juga menginginkan formula baru yang mempertimbangkan ukuran ekonomi dan daya beli suatu negara, termasuk nilai relatif mata uang mereka.

Pejabat Brasil yang turut hadir dalam negosiasi menyampaikan bahwa formula tersebut dirancang agar lebih mencerminkan kepentingan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Langkah ini dinilai sebagai penyeimbang terhadap dominasi negara-negara maju dalam sistem pengambilan keputusan IMF.

BRICS juga menyoroti pentingnya mengakhiri praktik lama yang menempatkan orang Eropa sebagai Direktur Pelaksana IMF dan orang Amerika sebagai Presiden Bank Dunia. Menurut mereka, proses seleksi harus berbasis pada prestasi dan memperhatikan representasi kawasan secara adil. "Kesepakatan para pemimpin pasca-Perang Dunia II sudah ketinggalan zaman dan tidak mencerminkan tatanan dunia saat ini," tegas mereka.

Lebih lanjut, kelompok BRICS juga mengonfirmasi tengah menjajaki pembentukan mekanisme jaminan baru yang akan didukung oleh New Development Bank (NDB), bank pembangunan milik BRICS. Mekanisme ini bertujuan menurunkan biaya pembiayaan dan mendorong investasi di negara-negara berkembang.

Dengan perluasan keanggotaan dan konsolidasi agenda bersama, BRICS semakin menunjukkan posisinya sebagai kekuatan tandingan dalam sistem ekonomi global yang selama ini didominasi kekuatan Barat. Kelompok ini berupaya menjadi suara kolektif bagi Dunia Ketiga dan menegaskan perlunya sistem keuangan global yang lebih inklusif dan adil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Tuding Zelenskyy Tak Ingin Akhiri Perang

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Luar Negeri
Filipina Panggil Dubes Tion...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.