Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MICE di Hotel Jateng Kian Ramai, PHRI Catat Kenaikan Aktivitas

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
MICE di Hotel Jateng Kian Ramai, PHRI Catat Kenaikan Aktivitas Doc: Antara
Ket. Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Bambang Mintosih.

Semarang - Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah (Jateng) Bambang Mintosih menyebutkan bahwa kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) pada beberapa hotel di wilayah ini sudah mulai bergeliat.

"Sudah mulai (MICE, Red) ya di beberapa kota, seperti Solo dan beberapa kota lainnya. Ada yang 2-3 hari, ngambil 50 kamar," katanya, saat dihubungi dari Semarang, Minggu (6/7).

Namun, dia mengakui, menggeliatnya kegiatan MICE tersebut baru terjadi di beberapa hotel, dan belum secara menyeluruh pada seluruh hotel yang ada di Jateng.

"Kemudian, ini yang mulai (menggelar, Red) MICE itu divisi-divisi baru, baik di kementerian dan sebagainya. Isinya kebanyakan gen-Z. Bukan orang-orang yang dulu," katanya lagi.

Menurut dia, kalangan perhotelan, khususnya di Jateng selama ini memang sangat mengandalkan kegiatan MICE untuk mendongkrak tingkat okupansi dan pemasukan.

Segmentasi MICE bagi hotel-hotel di Jateng, kata dia, mencapai 62 persennya dari okupansi, dan 80 persen kegiatan MICE memang berasal dari pemerintah.

Artinya, kata dia, dengan adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah memang sangat berdampak terhadap bisnis perhotelan, bahkan ada yang sampai merumahkan pekerjanya.

Ia menjelaskan bahwa MICE bersifat multidimensi dan bisa sampai enam kali lipat, sebab tamunya banyak dan tinggalnya pasti lama sehingga sangat menguntungkan bagi hotel.

"Di sisi lain, kalau mau ngambil positifnya ya, kebijakan ini (efisiensi, Red) membuat kalangan GM (general manager) hotel menjadi lebih kreatif. Artinya, mereka mulai sadar untuk tidak lagi hanya mengandalkan satu segmen (MICE)," kata sosok yang akrab disapa Benk tersebut.

Ia mencontohkan ada hotel yang mulai mengembangkan "creative hub" menarik gen Z, menawarkan "intimate wedding", dan "tabble manner" untuk umum.

Bahkan, kata mantan GM Hotel Star Semarang tersebut, ada juga hotel yang menyiasatinya dengan menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seiring dengan mulai menggeliatnya kegiatan MICE di Jateng, ia berharap kegiatan MICE akan semakin marak hingga akhir tahun yang berdampak positif terhadap bisnis perhotelan.

"Harapan kami ya semakin ramai hingga akhir tahun. Kami melihat kemarin-kemarin kan anggaran (pemerintah) masih disimpan ya, belum dibelanjakan. Tidak ada relaksasi. Kalau kami melihat ya nanti pasti dibelanjakan," katanya pula.

Selain itu, Benk juga berharap pemerintah bisa semakin mengembangkan destinasi wisata yang ada di daerahnya untuk mendongkrak tingkat kunjungan yang tentunya berdampak positif terhadap okupansi hotel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.