Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisaris ITDC Tanpa Putra Daerah, DPRD NTB Pertanyakan Komitmen Pemerintah

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisaris ITDC Tanpa Putra Daerah, DPRD NTB Pertanyakan Komitmen Pemerintah Doc: Antara Foto
Ket. Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Aminurlah.

Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat, Muhammad Aminurlah menyayangkan tidak ada satu pun putra putri terbaik asal Nusa Tenggara Barat yang duduk di jajaran komisaris PT Injourney Tourism Development Corporation (ITDC).

"Tentu sebagai wakil rakyat di DPRD kami sangat menyayangkan dan menyesalkan tidak ada putra putri terbaik NTB di dalam jajaran komisaris PT ITDC, padahal di periode dua gubernur sebelumnya keterwakilan putra daerah selalu diakomodir, lalu kenapa yang sekarang tidak ada," ujarnya di Mataram, Jumat.



Ia mengatakan sebagai lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, semestinya putra putri terbaik di daerah diberikan ruang dan kepercayaan untuk duduk di jajaran komisaris ITDC, sebagai sebuah representasi atau perwujudan dari kepentingan dan aspirasi masyarakat lokal.

"Putra dan putri daerah kita punya kapasitas, integritas dan paling penting mereka memahami kultur serta persoalan dan dinamika yang dihadapi masyarakat," kata Haji Maman sapaan karibnya.

Menurutnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal harus segera mengambil sikap untuk membicarakan persoalan ini ke Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Harus ada sikap dari Gubernur NTB terkait masalah ini. Minimal kalau pak gubernur bicara, saya kira putra putri terbaik bisa masuk di ITDC," ujarnya anggota DPRD NTB dari Dapil Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu ini.

Haji Maman menambahkan lembaga DPRD siap mendampingi Gubernur NTB bertemu Menteri BUMN di Jakarta, sebab jika tidak ada putra putri terbaik NTB dikhawatirkan kepentingan daerah tidak akan masuk di dalam pembahasan strategis.

"Kalau perlu, kita bersama-sama datang ke Jakarta, ke kementerian, agar posisi NTB bisa didengar," ucapnya.

Ia menekankan bahwa aspirasi ini bukan soal bagi-bagi jabatan, tetapi demi memperkuat posisi tawar daerah, meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan lokal.

"Kepentingan daerah harus diutamakan. Putra-putri daerah kita tidak kekurangan kualitas. Sudah saatnya mereka diberi kepercayaan untuk memimpin dan membawa perubahan bagi daerah," katanya.

Diketahui mantan Bupati Pandeglang dua periode, Irna Narulita, diangkat menjadi Komisaris utama PT ITDC. Selain Irna juga ada nama Faldo Maldini yang merupakan politisi muda dan pernah mencalonkan diri menjadi wali kota di Kota Tangerang. Selain Irna dan Faldo, dewan komisaris lainnya yakni Asnaedi, Ari Sihasale, dan Ekos Albar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.