Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Garut Ingatkan Warga Waspadai DBD di Musim Kemarau Basah

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Garut Ingatkan Warga Waspadai DBD di Musim Kemarau Basah Doc: Antara Foto
Ket. Petugas melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk DBD di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut,

Dinas Kesehatan Garut, Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat kemarau basah karena masih terjadi hujan yang menyebabkan genangan air sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk DBD.

"Kita tetap waspada, dan mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut Asep Surachman saat dihubungi di Garut, Jumat.

Ia menuturkan wabah penyakit DBD yang selama ini terus menjadi ancaman bagi masyarakat seringkali terjadi pada musim hujan, dan tahun ini masih seringkali turun hujan meski siklus cuacanya sudah musim kemarau.

Apabila turun hujan, kata dia, seringkali menyebabkan sisa genangan air atau menampung di sejumlah tempat lingkungan masyarakat yang akhirnya banyak nyamuk DBD berkembang biak.

Ia menyampaikan antisipasi potensi wabah saat musim kemarau basah itu membuat jajarannya di setiap fasilitas pelayanan kesehatan melakukan deteksi dini penyakit DBD di lingkungan masyarakat agar dapat tertangani dengan cepat dan tepat.

"Langkah deteksi sedini mungkin dengan menyiapkan seluruh fasyankes, kemudian tata laksana penderita bila positif DBD," katanya.

Ia mengatakan langkah selanjutnya untuk mencegah penyebaran lebih luas di masyarakat yakni dengan melakukan gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk (PSN), abatisasi, dan pengasapan.

"Pencegahan penularan melalui pengendalian vektor dengan gencar PSN, abatisasi, dan 'fogging' (pengasapan)," katanya.

Ia mengungkapkan saat ini sampai Juni 2025 penyebaran wabah penyakit DBD tercatat sebanyak 1.368 kasus tersebar di sejumlah kecamatan dengan angka kematian tujuh orang.

Jika dibandingkan dengan angka kasus pada semester pertama tahun sebelumnya, kata dia, terjadi penurunan kasus DBD, sebelumnya tercatat 1.500 kasus tersebar di seluruh kecamatan.

"Tren DBD mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Ia menambahkan cara yang selama ini ampuh untuk mencegah penyebaran wabah DBD salah satunya menerapkan PSN seperti menjaga lingkungan tetap bersih, membuang atau menguras tempat yang menjadi genangan air, mengubur barang agar tidak menampung air, dan menutup tempat penampungan air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.