- Home
-
- Luar Negeri
-
- Putin dan Macron Telepon, ...
Putin dan Macron Telepon, Russia Sebut Diplomasi Eropa Baru Bangun dari Koma
Rabu, 02 Jul 2025, 13:12 WIBMOSKWA - Pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron merupakan tanda bahwa diplomasi Eropa tengah terbangun dari koma, kata Ketua Komite Urusan Internasional Duma (Parlemen) Russia, Leonid Slutsky.
âPembicaraan antara presiden Russia dan Prancis adalah yang pertama dalam tiga tahun terakhir, adalah tanda bahwa diplomasi Eropa tengah terbangun dari koma," kata Slutski kepada RIA Novosti pada Selasa (1/7).
Menurut Slutski, bukan Russia yang memutuskan kontak, tetapi golongan "elang" Eropa yang memutuskan hubungan dengan Russia.
âElang" adalah istilah lazim di dunia perpolitikan untuk menyebut mereka yang lebih memilih menggunakan konfrontasi dibandingkan diplomasi.
Sebelumnya, Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, melalui sambungan telepon pada Selasa (1/7), membahas soal Ukraina, konfrontasi antara Iran dan Israel dan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, kata Kremlin.
"Para pemimpin (Putin, Macron) membahas secara terperinci situasi di Timur Tengah dalam konteks konfrontasi Iran-Israel dan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Putin dan Macron juga sepakat untuk menjaga kontak guna mengoordinasikan posisi masing-masing negara mereka terhadap situasi di Timur Tengah, demikian bunyi pernyataan tersebut.
- Vladimir Putin
- Emmanuel Macron
- Diplomasi Eropa
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Gedung KPK Dikabarkan Terbakar, Ini Komentar Jubir KPK
-
Era Mobil Hidrogen Dimulai, BMW Uji iX5 dengan Jarak Tempuh 750 Km
-
Pemkab Pati Tak Mau Kecolongan, Status Kekeringan Dikaji Demi Penanganan Lebih Cepat
-
Wagub Rano Karno Tantang Sutradara Muda Bikin Teater 500 Tahun Jakarta
-
Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta: Ada Pertunjukan Tari Balet di TIM hingga Pameran Wastra Nusantara di Museum Tekstil
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
Karhutla dan Hilangnya Habitat, Masa Depan Satwa Endemik Terancam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.