- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Beri Sinyal Perpanjang ...
AS Beri Sinyal Perpanjang Perundingan Tarif dengan Mitra Dagang
Senin, 30 Jun 2025, 02:10 WIBJAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent pada Jumat, pekan lalu mengatakan bahwa perundingan tarif dengan belasan mitra dagang dapat diperpanjang hingga 1 September, seiring dengan bergesernya Hari Buruh di AS dari batas waktu sebelumnya 9 Juli.
Bessent kepada Fox News menekankan perlunya mendapatkan kesepakatan dengan 18 mitra dagang penting AS.
âJadi, jika kita bisa menandatangani 10 atau 12 dari 18 perjanjian penting dan masih ada 20 mitra penting lainnya, maka saya pikir kita bisa menyelesaikan perundingan perdagangan sebelum Hari Buruh,â kata Bessent.
Presiden AS, Donald Trump juga membahas hal itu pada Jumat, menggarisbawahi fleksibilitas tenggat waktu asli.
âKami dapat melakukan apa pun yang kami inginkan. Kami bisa memperpanjangnya, atau memperpendeknya. Saya ingin membuatnya lebih cepat. Saya hanya ingin mengirim surat kepada semua orang: âSelamat, Anda membayar 25 persen,â kata Trump.
Sampai saat ini pemerintahan Trump hanya menyelesaikan satu perjanjian perdagangan yaitu dengan Inggris, di samping gencatan sementara dengan Tiongkok.
Bessent mengatakan negosiasi dengan Tiongkok dan Inggris sementara ini sudah selesai.
Dia pun berharap bahwa mineral tanah jarang dari Tiongkok akan segera dikirim kembali ke AS, mengikuti pengumuman Beijing Jumat sebelumnya yang menyetujui ekspor material tersebut.
âSeperti yang telah dikatakan Presiden Trump, ia telah menciptakan daya tawar maksimum bagi Duta Besar (Jamieson) Greer, Menteri Perdagangan (Lutnick), dan saya sendiri dengan menyatakan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, ia siap kembali ke tingkat tarif per 2 April. Jadi, kini negara-negara mendekati kami dengan penawaran yang sangat baik,â kata Bessent.
Dia juga menekankan bahwa jika negara-negara gagal mencapai kesepakatan, Trump siap memberlakukan kembali tarif yang lebih tinggi, yang sempat mengguncang pasar global ketika pertama kali diumumkan.
Batas akhir pemberlakuan tarif resiprokal semula ditetapkan AS pada 8 Juli 2025 mendatang atau 90 hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif resiprokal kepada negara-negara mitra dagang utamanya pada awal April 2025.
Neraca Perdagangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan selama pertemuan dan beberapa kali pertukaran dokumen negosiasi tarif, Pemerintah AS tidak mengajukan tambahan permintaan terhadap Indonesia.
Permintaan utama pemerintah AS saat mengenakan tarif resiprokal 32 persen ke Indonesia dinilai sebatas menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Pemprov Lampung Buat Aturan Kawasan Bebas Rokok
-
Trump Kembali akan Tetapkan Tarif Sepihak dalam Dua Pekan Mendatang
-
Resmi! Gennaro Gattuso Jadi Pelatih Timnas Italia
-
Gumuk Pasir Parangtritis Ditetapkan sebagai Geopark Nasional
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.