Segoro Topeng Kaliwungu perkuat pariwisata Lumajang di internasional

Jumat, 27 Jun 2025, 19:40 WIB

Lumajang, Jawa Timur --  Kegiatan Segoro Topeng Kaliwungu yang menampilkan tari kolosal Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-awar diharapkan memperkuat posisi pariwisata Lumajang hingga tingkat internasional dan mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Tahun ini menjadi istimewa karena pertama kalinya Segoro Topeng Kaliwungu ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 oleh Kementerian Pariwisata, sehingga memperkuat posisi Lumajang dalam peta pariwisata nasional, bahkan internasional," kata Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati dalam keterangan di Lumajang, Jumat.

Ket. Foto: Kegiatan Segoro Topeng Kaliwungu — Sumber: ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Lumajang

Segoro Topeng Kaliwungu merupakan sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia.

"Sejak pertama kali digelar secara besar-besaran pada 2022, ajang itu tak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga wajah baru promosi pariwisata berbasis budaya," tuturnya.

Nama "Segoro Topeng" sendiri lahir dari perpaduan dua kekuatan utama yakni Segoro yang artinya lautan (Samudera Hindia) yang menggambarkan keelokan pantai selatan dan topeng yang merepresentasikan kekayaan nilai-nilai budaya lokal, sehingga gabungan keduanya menciptakan pengalaman tak terlupakan, di mana seni tradisi berdialog langsung dengan alam.

"Acara itu mampu menggugah tidak hanya wisatawan, tetapi juga hati masyarakat lokal, terutama generasi muda. Mereka diajak mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui ekspresi yang megah, modern dan membanggakan," tuturnya.

Menurut dia, Segoro Topeng hadir sebagai strategi destinasi branding Kabupaten Lumajang yang tujuannya jelas yakni menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang menyatu dengan keindahan alam, menciptakan pengalaman wisata yang sarat makna.

Tidak hanya itu, lanjut dia, ajang tersebut menjadi ruang ekspresi bagi seniman tari, penata musik, pembuat kostum, hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Semua bersinergi menyajikan sajian budaya yang tidak lekang oleh waktu dan tak kalah dengan festival internasional.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh harapan besar pada kegiatan itu dan Segoro Topeng Kaliwungu bukan hanya sebagai acara tahunan, tapi sebagai simbol transformasi budaya menjadi motor ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.

Seiring semakin dikenal nya Lumajang sebagai tujuan wisata, lanjutnya, Segoro Topeng Kaliwungu akan dikembangkan dalam format yang lebih luas yakni menjadi paket wisata budaya yang terintegrasi, sehingga tak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman hidup yang mendalam bagi para wisatawan.

"Bukan hal mustahil jika dalam beberapa tahun ke depan, Segoro Topeng bisa setara dengan festival budaya kelas dunia, apalagi Lumajang telah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 dan itu sebuah prestasi luar biasa," katanya.

Segoro Topeng Kaliwungu digelar di Pantai Watu Pecak pada 28-29 Juni 2025 dengan berbagai kegiatan seperti penanaman cemara laut, musik, pameran UMKM, festival memancing, peragaan busana batik Lumajang dan penampilan tari kolosal dengan latar pantai selatan.

  • Segoro Topeng Kaliwungu

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.