Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menparekraf: KEK Sanur Mesin Penggerak Pengembangan Wisata Kesehatan

24 Jumat, 27 Jun 2025, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menparekraf: KEK Sanur Mesin Penggerak Pengembangan Wisata Kesehatan Menparekraf: KEK Sanur Mesin Penggerak Pengembangan Wisata Kesehatan Doc: Antara
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (paling kanan) bersama menteri terkait lain mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital di Sanur, Bali, Rabu (25/6).

Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital dapat membantu mengakselerasi upaya pengembangan pariwisata kesehatan di Indonesia.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan KEK Sanur dan Bali International Hospital, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (25/6), selaras dengan skema pengembangan pariwisata kesehatan.

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Kamis (26/6), ia mengatakan bahwa skema pengembangan pariwisata kesehatan bertumpu pada fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah mendapat registrasi, sertifikasi, dan akreditasi dari Kementerian Kesehatan serta akreditasi internasional untuk memberikan pelayanan wisata medis maupun kebugaran.

KEK Sanur, yang luasnya sekitar 41,6 hektare, mencakup rumah sakit, sarana akomodasi, pusat konvensi, dan fasilitas pemulihan berbasis budaya lokal.

Bali International Hospital memiliki pusat keunggulan kardiologi, onkologi, neurologi, gastro-hepatologi, ortopedi, pemeriksaan medis, fertilitas, sel punca dan bank jaringan, estetika, geriatri, dan pengobatan alternatif.

Fasilitas-fasilitas pelayanan yang ada disiapkan untuk menghadirkan pengalaman pasien yang paripurna, mulai dari proses awal tindakan sampai sembuh.

Menteri Pariwisata mengemukakan pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk memperkuat industri pariwisata dan mengembangkan pariwisata kesehatan.

"Kita perlu berkolaborasi memperkuat industri pendukung untuk mewujudkan iklim bisnis yang kondusif serta mengembangkan kapasitas dan keterampilan masyarakat, pelaku usaha, dan industri pendukung wellness tourism sehingga Indonesia bisa menjadi destinasi pilihan di Asia Tenggara," ia menjelaskan.

Dia mengimbau pemerintah daerah membentuk entitas bisnis kolaboratif berupa badan atau dewan yang mengoordinasikan ekosistem pariwisata kesehatan di wilayah masing-masing serta mengajukan kebijakan-kebijakan strategis kepada pemerintah pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.