Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI: Ekonomi Syariah Kunci Alternatif Pembangunan NTT

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI: Ekonomi Syariah Kunci Alternatif Pembangunan NTT Doc: Antara
Ket. Kepala KPw BI NTT Agus Sistyo Widjajati memberikan sambutan dalam kegiatan Lentera Syariah Ekonomi NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, di Kupang, Kamis (26/5).

Kupang, NTT - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung rangkaian kegiatan Lentera Syariah Ekonomi NTT sebagai langkah alternatif mendorong pertumbuhan ekonomi regional berbasis ekonomi syariah.

“Lentera Syariah Ekonomi NTT menunjukkan bahwa ini bukan milik kaum Muslimin saja, tetapi milik kita semua yang berarti syariah juga didukung untuk menjadi alternatif dalam pembangunan ekonomi NTT,” kata Kepala KPw BI NTT Agus Sistyo Widjajati di halaman Kantor Gubernur NTT, di Kupang, Kamis malam (26/6).

Adapun Lentera Syariah Ekonomi NTT juga bagian dari persiapan menjelang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Agus mengatakan salah satu sektor yang didorong adalah kuliner halal. Tujuannya agar produk lokal tidak hanya beredar di dalam wilayah NTT saja tapi mampu menjangkau wilayah lain di nusantara hingga mancanegara.

Untuk itu, turut dilakukan peluncuran Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) yang diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang baru di Kota Kupang.

“Tidak hanya penguatan ekonomi, kegiatan ini juga akan diisi dengan literasi dari tokoh dan pelaku usaha yang memperoleh manfaat atas implementasi prinsip-prinsip ekonomi syariah,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi pihak Pemprov NTT yang turut mendukung terlaksananya kegiatan ini yang menandakan bahwa prinsip syariah juga didorong untuk menjadi alternatif pembangunan ekonomi NTT.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT H. Husen Anwar mengatakan Lentera Syariah Ekonomi NTT menjadi sinergi lintas agama dan lintas sektor untuk bersama-sama menerangi negeri ini dengan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

“Sebagaimana spirit ekonomi syariah yaitu kebaikan untuk semua, kiranya ekonomi syariah membawa manfaat universal bagi siapa saja, lintas agama, suku dan golongan, karena ini adalah juga kekhasan NTT,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat melalui ekonomi syariah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.