Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaftar SPMB SMP di Semarang Capai 26.743 Siswa

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 18:57 WIB | Oleh:
Pendaftar SPMB SMP di Semarang Capai 26.743 Siswa Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Pelayanan di Posko Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang.

SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebutkan bahwa jumlah pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) negeri mencapai 16.743 siswa.

"Kuota untuk SMP Negeri di Kota Semarang sebanyak 11.580 kursi. Untuk pendaftarnya sudah 16.743 siswa," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bambang Pramusinto di Semarang, Rabu.

Diakuinya, persaingan untuk masuk ke SMP Negeri memang semakin ketat, apalagi jumlah pendaftar dimungkinkan bertambah sebelum batas akhir pendaftaran pada 26 Juni 2025.

"Jadi, memang sudah over dan ini masih dinamis (terus bergerak). Karena, kami tutup hari Kamis (26/6) jam 24.00 WIB," katanya.

Menurut dia, jumlah pendaftar masih memungkinkan terus bertambah sebelum ditutup, dan pergerakan untuk memilih sekolah yang dituju juga masih terbuka.

"Pergerakan milih sekolahnya juga masih tetap berlangsung. Kan bisa pindah jalur, bisa pindah sekolah, itu monggo menyesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing calon peserta didik," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan pendaftaran SPMB SMP sejauh ini berjalan dengan baik, termasuk pelayanan yang ada di Posko SPMB di Kantor Disdik Kota Semarang.

"Di posko kami masih melayani masyarakat, kaitannya dengan pelayanan nominasi, tambah nominasi. Jadi, misalkan SD-nya di luar kota, kartu keluarga (KK)-nya Kota Semarang, mau daftar di Kota Semarang ini kan perlu ada tambahan nominasi," katanya.

Kemudian, kata dia, pelayanan mutasi bagi calon peserta didik baru yang memang harus dilayani secara offline di posko SPMB.

"Verifikasi data ya, ada beberapa kesalahan data di KK, salah nama, itu kami layani di posko SPMB supaya nanti tidak terjadi error dan merugikan pendaftar," katanya.

Posko SPMB tidak hanya diisi oleh personl Disdik Kota Semarang, tetapi melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk programer dan Dinas Sosial untuk verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Insya Allah untuk sistem dan proses secara umum sudah berjalan baik," kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.