Investor Tunggu Petunjuk Baru The Fed, Simak Prediksi Rupiah Tengah Pekan Ini

Rabu, 25 Jun 2025, 08:50 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, tengah pekan ini.

Meskipun terjadi penurunan eskalasi perang antara Iran dan Israel, sentimen penggerak rupiah berasal dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor menantikan pidato pejabat bank sentral dunia, termasuk The Fed.

Salah satu yang ditunggu adalah testimoni Gubernur The Fed, Jerome Powell terkait arah kebijakan bank sentral.

Menurut Lukman, jika pidato Powell bernada dovish, hal itu bisa mendukung rebound pada dollar AS sehingga bakal mendorong pelemahan mata uang lainnya, terutama rupiah.

Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (24/6), bergerak melemah di kisaran 16.300–16.400 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (24/6), di Jakarta menguat sebesar 139 poin atau 0,84 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.354 rupiah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi isyarat pejabat Federal Reserve Michelle Bowman terkait potensi penurunan suku bunga paling cepat pada bulan Juli 2025.

“(Terjadi) pergeseran narasi suku bunga Federal Reserve dengan Gubernur Fed Michelle Bowman (yang) mengisyaratkan potensi penurunan suku bunga paling cepat Juli, dengan alasan meredanya tekanan inflasi,” ungkapnya sebagaimana dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pernyataan The Fed menambah spekulasi terhadap langkah The Fed berikutnya, yang mana pasar kini mengalihkan fokus mereka pada penyampaian Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres pada hari ini untuk petunjuk kebijakan lebih lanjut.

Baru-baru ini, laporan kebijakan moneter The Fed mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda awal bahwa tarif berkontribusi terhadap inflasi yang lebih tinggi.

Namun, dampak sepenuhnya belum tercermin dalam data.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.