Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Minta Menhut Tuntaskan Kasus Tanah Warga Sumberagung yang Menggantung Sejak 2006

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Minta Menhut Tuntaskan Kasus Tanah Warga Sumberagung yang Menggantung Sejak 2006 Doc: Antara
Ket. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendengarkan langsung keluhan warga soal kasus tukar guling di Dusun Pancer, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/6).

Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni untuk segera menuntaskan kasus tugar guling tanah yang dihadapi warga Desa Sumberagung, Banyuwangi, Jawa Timur, yang berlangsung sejak 2006.

Dalam kunjungan yang semula tidak tercantum dalam agenda resmi, Wapres beranjak ke Dusun Pancer, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mendengar langsung terkait permasalahan tukar guling tanah yang dihadapi warga Sumberagung.

"Sebenarnya ini tidak ada dalam agenda saya. Tapi tadi di jalan saya pelajari kronologinya, dan ini masalah lama yang harus segera kita selesaikan," kata Wapres, melalui keterangan diterima di Jakarta, Senin (23/6).

Wapres mengatakan permasalahan tanah yang dihadapi warga harus segera diselesaikan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya yang terkait, agar berbagai kasus lahan di masyarakat dituntaskan secara terukur dan sistematis.

Menurut Wapres, kasus yang harus segera diselesaikan itu khususnya yang menyangkut hajat hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Usai mendengar langsung keluhan warga, Wapres kemudian menghubungi langsung Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melalui sambungan panggilan video untuk memastikan komitmen pemerintah pusat dalam menuntaskan persoalan tersebut.

Dalam dialog tersebut, Menhut menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran terkait dan menargetkan penyelesaian administrasi paling lambat 9 Juli 2025.

"Insya Allah 9 Juli kita eksekusi, selesai," kata Menhut dalam panggilan video itu yang turut disaksikan langsung oleh warga.

Wapres menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini akan melibatkan kerja sama lintas sektor, termasuk kementerian terkait, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perangkat desa.

Gibran meminta semua pihak bersabar dan tetap mengikuti proses sesuai aturan yang berlaku.

"Saya mohon maaf proses ini terlalu lama. Tapi setelah saya pelajari, saya minta ini bisa segera ditindaklanjuti. Saya juga sudah minta Pak Menteri untuk segera ke lapangan, dan kita semua kawal bersama," kata Gibran.

Warga pun menyambut baik komitmen tersebut dan berharap janji penyelesaian pada 9 Juli 2025 benar-benar terealisasi, sehingga polemik tukar guling lahan yang sudah hampir dua dekade berjalan dapat segera berakhir dengan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak.

Turut mendampingi Wapres dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.