Pemkab Angkat Potensi Cokelat Banyuwangi

Minggu, 22 Jun 2025, 20:35 WIB

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus mengangkat potensi cokelat sekaligus menguatkan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbaik di dunia melalui Festival Cokelat.

Festival Cokelat Banyuwangi ini digelar di destinasi wisata Waduk Sidodadi kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kalirejo-Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Sabtu (21/6) dan Minggu (22/6).

Ket. Foto: Festival Cokelat Banyuwangi. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

"Festival ini untuk mempromosikan potensi cokelat Banyuwangi, yang dikenal merupakan salah satu terbaik di dunia," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Minggu.

Budi daya cokelat terbaik, salah satunya ada di perkebunan kakao Kendenglembu, Banyuwangi merupakan sentra produktivitas dan keberlanjutan budi daya kakao.

Sementara Regional Head PTPN I Regional 5, Winarto mengemukakan bahwa di perkebunan kakao Kendenglembu menghasilkan kakao lindak atau dikenal kakao bulk, kakao mulia atau kakao Edel (fine cocoa).

"Kakao jenis edel ini yang paling diminati ekspor, dan menjadi salah satu varian kakao terbaik dan termahal di dunia," ujarnya.

Menurut Winarto, perkebunan kakao di Banyuwangi telah mengekspor kakao jenis bulk dan edel ke berbagai negara di Asia, Afrika dan Eropa. Seperti Jepang, Gana, Swiss dan Belanda. Di Jawa Timur, kakao jenis edel hanya bisa ditemukan di Banyuwangi.

Ia menyebutkan, perkebunan kakao yang dikelola PTPN I Regional 5 di Banyuwangi memiliki luas lahan sekitar 220 hektare, rinciannya 94 hektare kakao edel dan 126 hektare kakao bulk.

"Tahun depan kami akan mengembangkan lagi perkebunan kakao seluas 80 hektare, dari yang sudah eksisting 220 hektare, sehingga totalnya nanti sekitar 300 hektare," kata Winarto.

Festival Cokelat Banyuwangi diramaikan berbagai suguhan dan atraksi menarik, seperti gandrung, jalan sehat gembira, lomba mewarnai, lomba fesyen anak hingga edukasi kakao untuk pelajar.

Ada pula lomba kuliner olahan cokelat, tahun ini juga ditambahkan kategori kopi dan gula, mengingat di Kecamatan Glenmore adalah penghasil kedua komoditas tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.