Banten Bingung ke Mana Murid di Pelosok karena Minim Pendaftar

Jumat, 20 Jun 2025, 11:47 WIB

SERANG – Sekolah-sekolah di pelosok Banten tidak laku dalam Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2025 dibanding perkotaan. “Situasi ini akan menjadi evaluasi,” tandas Gubernur Banten, Andra Soni.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten. Andra di Kota Serang, Kamis menyebutkan beberapa waktu lalu kunjungannya ke SMA Negeri 2 Citorek, Kabupaten Lebak, memiliki daya tampung cukup untuk melayani seluruh lulusan SMP setempat.

Ket. Foto: sekolah pelosok — Sumber: ist

“Ya, kemarin saya ke salah satu SMA di Lebak. Itu di Citorek, SMA 2. Itu ada lulusan SMP sebanyak 135. Nah, daya tampung sekolah sangat cukup. Sampai dengan kemarin, mereka menyampaikan bahwa kita bisa melayani sebanyak 135,” katanya.

Namun di sisi lain, masih ada sekolah negeri di daerah yang hanya memiliki pendaftar kurang dari sepuluh siswa. Menurutnya, perbedaan jumlah pendaftar di sekolah negeri antara daerah dan kota perlu penanganan yang berbeda. Ini akan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

“Ya, makanya ada perbedaan memang. Harus ada perbedaan perlakuan, penanganan. Ini akan kita evaluasi,” ujarnya. Andra juga menyinggung soal solusi bagi daerah-daerah yang selama ini kurang diminati oleh calon peserta didik. Ia menilai perlu memperluas program Sekolah Gratis, khususnya di wilayah yang tingkat partisipasi sekolahnya masih rendah.

“Sekolah ini biasanya di perkotaan, yang memang padat. Maka solusinya adalah Sekolah Gratis. Di daerah-daerah yang selama ini tidak terlalu diminati harus kita tingkatkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh dinamika ini merupakan bagian dari evaluasi jangka panjang demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Banten.

  • SPMB

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.