Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendukbangga: Ketahanan Keluarga Kunci Membangun Indonesia Tangguh

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamendukbangga: Ketahanan Keluarga Kunci Membangun Indonesia Tangguh Doc: Antara Foto
Ket. Wamendukbangga menegaskan bahwa membangun Indonesia yang tangguh harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama ketahanan nasional.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan bahwa untuk membangun Indonesia tangguh perlu dimulai dari keluarga.

Wamendukbangga Isyana menyampaikan keluarga memang unit terkecil dalam masyarakat, tetapi berperan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, karena di dalam keluarga, anak-anak pertama kali belajar mencintai, menghormati, dan memahami kehidupan sosial.

“Kalau kita ingin membangun Indonesia yang tangguh pada masa depan, maka mulailah dari keluarga. Keluarga yang kuat akan menghasilkan generasi yang tangguh," ucap Wamendukbangga di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan pentingnya mengimplementasikan delapan fungsi keluarga mulai dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi delapan fungsi keluarga tersebut, menurutnya, akan membentuk kebiasaan baik untuk mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh sebagai fondasi bangsa.

Namun Wamendukbangga mengingatkan ketahanan keluarga tidak bisa dibebankan hanya pada keluarga itu sendiri. Butuh dukungan lingkungan sekitar, komunitas, institusi pendidikan, tempat kerja, hingga kebijakan negara.

Oleh karena itu Kemendukbangga/BKKBN mengusung pendekatan ketahanan keluarga kolektif yang mendorong sinergi antar-keluarga dalam sebuah ekosistem sosial.

Kemendukbangga/BKKBN juga telah meluncurkan lima program unggulan yakni Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya, dan Super Apps berbasis AI untuk layanan keluarga.

"Lima program ini kami sebut sebagai quick wins, langkah cepat untuk memperkuat jaringan keluarga tangguh di seluruh Indonesia," kata Wamendukbangga Isyana.

Isyana juga menyampaikan kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD untuk memastikan gizi mereka terpenuhi.

“Kami ingin memastikan ketahanan keluarga tidak hanya secara psikologis dan sosial, tetapi juga secara gizi dan kesehatan," ucap Wamendukbangga.

Ia mengajak semua pihak untuk menggerakkan kolaborasi antarlembaga untuk ketahanan keluarga dan menerapkan kebijakan menjadi aksi nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas.

"Dari meja rapat ke ruang-ruang keluarga. Ini bukan sekadar seremoni, tapi gerakan bersama untuk masa depan bangsa menuju Indonesia Emas, keluarga harus jadi lini depan," tutur Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.