Belanda Larang Medsos untuk Anak Usia Dibawah 15 Tahun

Rabu, 18 Jun 2025, 02:10 WIB

DEN HAAG - Pemerintah Belanda pada Selasa (17/6) menyarankan orang tua untuk melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan aplikasi media sosial seperti TikTok dan Snapchat. Larangan ini menambah negara terbaru yang mengusulkan pembatasan masalah kesehatan mental terkait media sosial ini.

Saran, yang tidak mengikat, datang setelah Australia dan New Zealand mengusulkan larangan media sosial untuk di bawah 16 tahun, dan beberapa negara Eropa telah mengeluarkan pedoman serupa.

Ket. Foto: Dua remaja di Melbourne, Australia, asyik menggunakan media social. Pemerintah Belanda pada Selasa (17/6) menyarankan orang tua agar melarang anak dibawah usia 15 tahun untuk menggunakan media sosial. — Sumber: AFP/William WEST

"Penggunaan media sosial yang intensif dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak," kata Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda. "Pikirkan masalah tidur, serangan panik, gejala depresi, konsentrasi berkurang dan citra diri negatif dari media sosial," imbuh dia.

Saran dari pemerintah Belanda menyatakan anak-anak yang lebih muda dari tahun terakhir sekolah dasar (antara 11 atau 12 tahun) tidak diperbolehkan menggunakan ponsel pintar, saran pemerintah. Sedangkan anak dari sekolah menengah (antara usia 12 atau 13 tahun), aplikasi pesan harus ada diizinkan dari orang tua dan mereka tidak boleh menggunakan aplikasi media sosial sebelum usia 15 tahun.

Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda juga mengeluarkan pedoman tentang batasan menggunakan ponsel dimana anak sebelum usia dua tahun dilarang menggunakan ponsel dan anak-anak di atas 12 tidak boleh menggunakan ponsel selama lebih dari tiga jam.

Di Belanda, sebuah kelompok advokasi anak-anak mengatakan awal bulan ini bahwa ekspansi yang tidak terkendali dari platform media sosial telah mendorong krisis kesehatan mental global yang belum pernah terjadi sebelumnya pada anak-anak dan remaja.

Laporan KidsRights bahkan mengatakan apa yang disebutnya penggunaan media sosial "bermasalah" sedang meningkat, dengan hubungan langsung antara kecanduan penggunaan internet yang berat dan upaya bunuh diri. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.