- Home
-
- Luar Negeri
-
- Para Pemimpin G7 Desak Tru...
Para Pemimpin G7 Desak Trump Redakan Perang Dagang
Selasa, 17 Jun 2025, 08:25 WIBKANANASKIS - Para pemimpin dunia di pertemuan puncak Kelompok Tujuh (G7) di Kanada pada hari Senin (16/6) mencoba menekan Presiden AS Donald Trump agar meninggalkan perang dagang yang menghancurkan dan menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi global.
Pada pertemuan puncak, para pemimpin masih mendesak pemimpin AS untuk membalikkan rencananya mengenakan tarif yang lebih tinggi pada negara-negara di seluruh dunia paling cepat bulan depan.
"Beberapa peserta meminta agar sengketa tarif segera diakhiri. Mereka berpendapat bahwa sengketa ini melemahkan ekonomi negara-negara G7 dan pada akhirnya hanya akan memperkuat Tiongkok," kata seorang pejabat senior Jerman kepada wartawan yang tidak mau disebutkan namanya.
Enam negara lainnya mendesak Trump untuk mengakhiri konflik perdagangannya sesegera mungkin, dengan mengatakan kepadanya bahwa kebijakan proteksionisnya hanya "merugikan diri kita sendiri," pejabat itu menambahkan.
Sebagian besar negara yang terwakili dalam G7 sudah dikenai tarif dasar sebesar 10 persen yang diberlakukan Trump, di bawah pelonggaran sementara tarif yang lebih tinggi, sementara negara-negara Eropa dan Jepang juga dikenai pungutan tambahan pada mobil serta baja dan aluminium.
Inggris adalah negara pertama yang menandatangani kesepakatan awal dengan Washington untuk menghindari tarif yang lebih tinggi, dan kedua pemimpin di G7 mengatakan mereka telah menyetujui poin-poin akhir perjanjian tersebut dan menandatangani perjanjian tersebut.
"Saya suka mereka. Itulah perlindungan terbaik," kata Trump kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di sela-sela G7.
Trump membuka sebuah map untuk memperlihatkan dokumen-dokumen yang telah ditandatangani, namun dokumen-dokumen itu malah terjatuh dan berserakan di tanah.
"Ups, maaf soal itu," katanya saat Starmer bergegas mengumpulkan lembar-lembar kertas yang lepas dan memasukkannya kembali ke dalam map.
Masalah perdagangan menjadi perhatian khusus bagi Kanada setelah pemerintahan Trump mengumumkan beberapa pungutan tambahan pada impor Kanada dalam beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan masa depan ekonomi negara itu menjadi sangat tidak pasti.
Setelah pertemuan antara Trump dan PM Mark Carney, pemerintah Kanada mengindikasikan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata perdagangan dalam 30 hari ke depan.Â
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga akan bertemu langsung dengan Trump saat negaranya mencoba merundingkan kembali perjanjian perdagangan bebas tiga arah Amerika Utara yang juga mencakup Kanada.
Meskipun ada sedikit harapan bahwa pertemuan puncak itu akan melihat terobosan dalam negosiasi perdagangan antara AS dan seluruh dunia, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer adalah bagian dari delegasi Trump.
Puluhan negara tengah terlibat dalam negosiasi dengan Washington guna mencapai semacam kesepakatan perdagangan sebelum AS mengenakan tarif timbal balik yang menyengat, yang diancam akan berlaku pada 9 Juli.
Namun Menteri Keuangan AS Scott Bessent minggu lalu mengatakan bahwa tanggal tersebut dapat diundur lagi bagi negara-negara yang dianggap bernegosiasi dengan itikad baik.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan kepada wartawan ia akan bekerja sama dari Prancis dan Italia untuk membahas ancaman perdagangan AS dengan Trump secara langsung.
Sebuah sumber di pertemuan puncak itu mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak pemimpin Amerika untuk segera mengakhiri konflik perdagangan untuk selamanya.
Komisi Eropa menangani negosiasi perdagangan untuk blok 27 negara, dan kepala perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic juga menghadiri pertemuan puncak tersebut, mendampingi delegasi kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.
Lembaga-lembaga Uni Eropa merupakan anggota resmi G7, dan selama sesi pagi, von der Leyen menyampaikan argumen kepada para pemimpin bahwa "tarif -- tidak peduli siapa yang menetapkannya -- pada akhirnya merupakan pajak yang dibayarkan oleh konsumen dan bisnis di dalam negeri."
Von der Leyen juga bertemu dengan Trump secara pribadi mengenai masalah perdagangan dalam pertemuan yang menurut pejabat AS merupakan permintaannya.
"Kami menginstruksikan tim untuk mempercepat pekerjaan mereka guna mencapai kesepakatan yang baik dan adil. Mari kita wujudkan," katanya dalam sebuah posting di X.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tiongkok Peringatkan G7 Agar Tak Jadikan Isu Ekonomi sebagai Alat Politik
-
BMKG Prediksi Musim Hujan 2025/2026 Bakal Lebih Panjang
-
Trump Menolak Hadir di Pertemuan Darurat G7 Paris
-
Para Pemimpin G7 Berkumpul di Kanada, Berharap Dapat Menghindari Pertikaian dengan Trump
-
Jakarta Optimalkan Implementasi Pengelolaan Sampah Mandiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.