- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pembicaraan AS-Iran di Oma...
Pembicaraan AS-Iran di Oman Dibatalkan
Senin, 16 Jun 2025, 02:40 WIBMUSCAT - Putaran keenam perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang direncanakan untuk akhir pekan ini, telah dibatalkan, kata mediator Oman pada Sabtu (14/6). Pembatalan ini menyusul Iran dan Israel yang saling melakukan serangan besar-besaran dalam konfrontasi mereka yang paling sengit.
Pembicaraan tentang program nuklir Iran dimulai pada bulan April, dengan Presiden AS Donald Trump mengancam aksi militer jika diplomasi gagal.
"Pembicaraan Iran AS yang dijadwalkan akan diadakan di Muscat hari Minggu ini tidak akan terjadi," kata Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, dalam sebuah posting di X. "Diplomasi dan dialog tetap menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi," imbuh dia.
Titik penting dalam menjelang pertemuan Minggu (15/6) yang sekarang dibatalkan adalah pengayaan uranium oleh Iran.
Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuduh Iran mencari senjata nuklir, sebuah tuduhan yang dengan tegas ditolak Teheran.
Pernyataan Oman tersebut dibuat di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan skala besar Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran, yang meningkatkan kekhawatiran perihal eskalasi regional yang lebih luas.
Israel pada Jumat (13/6) pagi waktu setempat melancarkan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran, dan kota-kota lain di seluruh negara itu dengan tujuan melumpuhkan infrastruktur nuklir, produksi misil balistik, dan kemampuan militer Iran.
Sebagai respons, Iran pada Jumat malam waktu setempat meluncurkan rentetan misil balistik ke target-target militer di Israel.
Gelombang besar serangan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran pada Jumat itu sendiri telah membuat masa depan pembicaraan menjadi diragukan.
Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan kepada AFP dengan syarat anonimitas bahwa "sementara tidak akan ada pertemuan hari Minggu, kami tetap berkomitmen untuk pembicaraan dan berharap Iran akan segera datang ke meja".
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan Teheran tidak akan menghadiri pembicaraan nuklir selama Israel terus melakukan serangan.
Dalam sebuah respons dengan timpalannya dari Prancis, Emmanuel Macron, Pezeshkian mengatakan Iran lebih menyukai diplomasi, tetapi tidak akan menerima tuntutan irasional di bawah tekanan atau duduk di meja perundingan sementara rezim Zionis melanjutkan serangannya.
Presiden Macron sebelumnya mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa ia telah meminta Presiden Pezeshkian untuk kembali dengan cepat ke meja perundingan.
Mengomentari keputusan Iran soal partisipasi dalam putaran keenam perundingan dengan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa dalam situasi saat ini, fokus utama kami adalah menghadapi agresi musuh.
Difasilitasi oleh Oman, delegasi Iran dan AS sejauh ini telah mengadakan lima putaran perundingan tidak langsung sejak April terkait program nuklir Teheran dan pencabutan sanksi AS, dengan tiga putaran digelar di Muscat dan dua di Roma. AFP/Ant/Xinhua/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Es Gabus di Anggap Berbahaya, Polisi Datangi Tempat Pembuatan di Depok untuk Pastikan Aman dan Layak Konsumsi
-
Wagub Papua Barat Daya: Dua Kabupaten Belum Jalankan Program MBG
-
1.300 Personel Gabungan Jaga Laga Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Suporter Bawa "Flare" Akan Ditindak
-
Pertumbuhan Tanaman REDD+ di Banjarbaru Berjalan Optimal
-
Pekerja Migran Indonesia Alami Penyiksaan di Oman, Kemen P2MI "Gercep" Amankan Korban
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.