Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BGN Pastikan Gaji Petugas SPPG Lunas Tepat Waktu

📅 Senin, 16 Jun 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BGN Pastikan Gaji Petugas SPPG Lunas Tepat Waktu Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Senin (26/5).

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan seluruh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah menerima gaji dan menepis isu bahwa ada petugas di SPPG yang belum digaji.

"Kepala SPPG sekarang sudah rutin setiap bulan (menerima gaji). Ada ahli gizi sama akuntan yang tidak serempak direkrut, juga sudah menerima. Memang butuh waktu sampai proses administrasinya dilakukan, jadi sudah tidak ada lagi yang tidak dibayar," katanya di Jakarta, Senin (16/6).

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini mekanisme Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mitra tidak menggunakan mekanisme rembes atau penggantian biaya di akhir, tetapi menggunakan akun virtual resmi dari BGN.

"SPPG baru bisa jalan kalau sudah ada uang masuk dari BGN lewat virtual account. Uang yang masuk itu untuk 10 hari ke depan, jadi sekarang semuanya sudah berjalan demikian tertib, dan sistem pelaporan juga demikian," ujar dia.

Ia menegaskan, sistem tata kelola di BGN juga terus diperbaiki melalui digitalisasi untuk dapat mencapai target pelayanan 30 ribu SPPG hingga akhir tahun 2025.

"Terus kami perbaiki untuk mencapai target 30 ribu SPPG, jadi tidak ada lagi SDM-SDM BGN yang belum dibayar, terutama kepala SPPG, hampir setiap tanggal 6 sudah terima gaji," ucapnya.

Dadan juga mengemukakan, Program MBG telah melayani 4,97 juta penerima pada 38 provinsi di seluruh Indonesia hingga hari ini.

"Alhamdulillah kami sudah meluncurkan makan bergizi dari 6 Januari 2025 di 26 provinsi pada 192 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan hari ini sudah mencapai 1.785 SPPG di seluruh Indonesia pada 38 provinsi, dan sudah melayani, 4,97 juta penerima," paparnya.

Ia juga menyebutkan, hingga saat ini tiap-tiap SPPG telah mempekerjakan kurang lebih 68 ribu tenaga, dengan persentase lebih dari 60 persen merupakan ibu-ibu berusia 30 hingga 50 tahun, sehingga dapat turut mengentaskan kemiskinan ekstrem.

"Yang tadinya ibu rumah tangga dan tidak punya pendapatan, sekarang bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp2 juta per bulan. Jadi, dari aspek kemiskinan ekstrem, alhamdulillah sudah turut mengentaskan dengan Program MBG," kata Dadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.