Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apindo Peringatkan Ekonomi RI Sudah Lampu Kuning

📅 Senin, 16 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Apindo Peringatkan Ekonomi RI Sudah Lampu Kuning Doc: istimewa
Ket. Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperingatkan Pemerintah kalau pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025 yang hanya tumbuh 4,87 persen secara tahunan sudah lampu kuning. Hal itu karena pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,11 persen, padahal ada beberapa momentum seperti Tahun Baru dan Lebaran yang seharusnya memacu konsumsi.

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani dalam acara Diplomat Success Challenge, di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan angka tersebut adalah lampu kuning, bukan hanya bagi Pemerintah maupun pelaku industri besar, tetapi juga untuk semua masyarakat.

Situasi tersebut jelasnya menjadi kian menantang karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang juga kurang kondusif. Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa lebih dari 40.000 pekerja telah mengajukan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

“Sektor tekstil, garmen, dan elektronik yang selama in menjadi tulang punggung industri padat karya adalah yang paling terdampak,” kata Shinta.

Selain itu, tekanan juga datang dari berbagai arah, termasuk persaingan global yang makin ketat, ketidakpastian geopolitik, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan menurunnya daya beli.

Dalam menghadapi tantangan itu, Apindo menyerukan refleksi dan penyusunan langkah baru yang adaptif, dengan pendekatan dan mentalitas baru.

“Kewirausahaan memegang peran krusial, menempatkan UMKM sebagai pusat perubahan karena sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia dan menyumbang lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Shinta.

Apindo juga mencatat adanya 73.992 pekerja yang menjadi korban PHK dari 1 Januari hingga 10 Maret 2025. Jumkah tersebut diperoleh dari data pekerja yang tidak lagi terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama periode tersebut.

Sementara itu, data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan angka PHK yang lebih rendah, yakni 26.455 orang hingga 20 Mei 2025. Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan jumlah korban PHK terbanyak, yaitu 10.695 orang, diikuti Jakarta sebanyak 6.279 orang, dan Riau dengan 3.570.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 menjadi 3,67 juta orang, naik sekitar 83 ribu orang dari periode yang sama tahun lalu.

Impor Meningkat

Direktur Eksekutif Center of Economic and Lawa Studies (Celios) Bhima Yudisthira yang diminta pendapatnya mengakui pertumbuhan ekonomi yang melambat kian nyata jika melihat berbagai indikator seperti impor yang meningkat, permintaan melemah dan sejumlah gejala lainnya.

Dengan melihat realitas tersebut, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2025 diperkirakan tidak akan mencapai angka 5 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Apalagi, momen lebaran sudah lewat. Di sektor riil, banyak perusahaan sudah mempersiapkan berbagai langkah menghadapi lemahnya permintaan dalam beberapa bulan ke depan.

“Impor barang dari Tiongkok melonjak signifikan sebagai bentuk efek perang dagang. Jadi situasinya jelas memburuk,”tegas Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.