Daewoong Hadirkan Fexuprazan, Obat GERD Calon Pengganti Proton Pump Inhibitor
Minggu, 15 Jun 2025, 18:45 WIBJAKARTA - Di Indonesia, pilihan pengobatan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) masih terbatas. Berdasarkan studi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Gastroenterology (April 2024), prevalensi GERD di Indonesia mencapai 67,9% pada tahun 2021.
Namun, pengobatan yang paling umum digunakan yaitu Proton Pump Inhibitor (PPI), obat penekan asam lambung yang harus diminum sebelum makan dan sering kali kurang efektif untuk meredakan gejala GERD di malam hari. Sementara itu, data pasar global menunjukkan bahwa penggunaan P-CAB di Indonesia masih kurang dari 1%, menandakan adanya kebutuhan besar akan alternatif pengobatan yang lebih efektif dan nyaman.
Daewoong Pharmaceutical mengumumkan bahwa Fexuprazan, obat untuk mengatasi penyakit refluk gastroesofageal (GERD), telah hadir di 30 negara di seluruh dunia. Obat ini semakin menarik perhatian sebagai terapi generasi terbaru yang menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi dari obat golongan PPI.
Fexuprazan termasuk dalam golongan P-CAB (Potassium-Competitive Acid Blocker), jenis obat baru yang bekerja lebih cepat dan tahan lama dibandingkan PPI. P-CAB bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung secara kompetitif pada reseptor kalium di lambung.
Obat disebut Fexuprazan bebas dikonsumsi kapanpun tanpa dipengaruhi oleh asupan makanan. Karena itu, obat tersebut dinilai lebih praktis dan efektif, terutama dalam mengatasi gejala GERD di malam hari.
Daewoong Pharmaceutical sebelumya telah menggelar uji klinis pertama terkait penggunaan P-CAB pada pasien GERD asal Indonesia. Hasil studi yang diprakarsai oleh peneliti lokal menunjukkan bahwa Fexuprazan dapat meredakan gejala GERD secara lebih cepat dan bertahan lebih lama dibandingkan PPI.
Prof. Ari Fahrial Syam, Ketua Umum Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan peneliti utama studi ini menyatakan, Fexuprazan menunjukkan kemampuan meredakan gejala panas di dada (heartburn) dan refluks asam lambung dengan lebih cepat dibandingkan esomeprazole pada pasien Indonesia.
âObat ini cukup diminum satu kali sehari dan sangat menjanjikan sebagai opsi terapi yang inovatif,â ucapnya.
Meski masih jarang didengar di Indonesia, Fexuprazan telah dikenal di 30 negara. Dalam pertemuan United European Gastroenterology Week (UEGW) 2024, Fexuprazan mendapat julukan âKorean Pillâ karena dapat dikonsumsi secara praktis dan memberikan kepuasan tinggi kepada pasien.
âBeberapa pasien bahkan meminta obat ini secara spesifik dengan nama âKorean Pillâ. Banyak mantan pengguna PPI kini memilih Fexuprazan karena bisa diminum kapan saja tanpa perlu mengatur waktu makan,â katga Prof. Jose Maria Remes Troche dari Universitas Veracruz, Meksiko, dalam sesi diskusi global.
Memasuki tahun ketiganya sejak peluncuran, Fexuprazan mencatat penjualan global tahunan sebesar 1,17 triliun rupiah. Obat ini telah diluncurkan di India, pasar anti-tukak lambung terbesar ke-4 dunia, dan kini tersedia di 6 negara yaitu Korea Selatan, Meksiko, Chili, Ekuador, Filipina, dan India.
Saat ini, Daewoong telah mengajukan izin edar di 19 negara lainnya dan menandatangani kontrak ekspor dengan 5 negara, sehingga menjangkau total 30 negara. Target selanjutnya adalah hadir di 100 negara pada tahun 2027.
Sebagai terapi generasi baru untuk GERD, Fexuprazan dianggap dapat mengatasi kelemahan dari PPI. Pada simposium internasional âFexuprazan Nightâ tanggal 4 Juni 2025 lalu, lebih dari 100 ahli gastroenterologi dari Korea, Amerika Serikat, Chili, dan Meksiko hadir membahas pengobatan GERD terkini.
 Dr. Michael F. Vaezi dari Vanderbilt University Medical Center (AS) menyampaikan, PPI memiliki keterbatasan seperti waktu kerja yang lambat, kurang efektif di malam hari, perlu diminum sebelum makan, serta risiko efek samping jangka panjang.
âFexuprazan sebagai obat golongan P-CAB menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam mengatasi keterbatasan tersebut,â paparnya.
Fexuprazan menawarkan beberapa keunggulan utama, antara lain bekerja cepat dalam menekan asam lambung, dapat dikonsumsi kapan saja, tanpa dipengaruhi waktu makan, dan efek bertahan lama.
Bahkan, Prof. Ronnie Fass, pakar terkemuka dalam pengobatan GERD internasional, menyatakan dalam Asia-Pacific Neurogastroenterology and Motility Meeting (APNM) 2023 bahwa: âObat P-CAB seperti Fexuprazan menunjukkan efek terapeutik lebih unggul dibandingkan PPI dan diperkirakan akan menjadi standar pengobatan GERD di Amerika Serikat dalam waktu dekat.â
Menurut riset terbaru dari firma pasar global BCC, nilai pasar P-CAB diperkirakan tumbuh dari 44,89 juta dollar AS pada 2015 menjadi 1,38 miliar dollar AS (sekitar 22,47 triliun rupiah) pada tahun 2030. Saat ini, Daewoong Pharmaceutical sedang dalam proses mendapatkan izin edar resmi di Indonesia, agar pasien GERD di tanah air dapat segera merasakan manfaat dari terapi inovatif ini.
âFexuprazan adalah obat baru yang telah terbukti efektif secara global. Kami berkomitmen untuk membawa pilihan pengobatan yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien GERD di Indonesia,â kata  , Kepala Divisi Bisnis Daewoong di Indonesia Baek In-Hyun.
- GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
- Daewoong Bio Indonesia
- Fexuprazan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.