Wali Kota Bandung Desak Bandara Husein Dibuka Kembali
Sabtu, 14 Jun 2025, 19:10 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengusulkan agar Bandara Husein Sastranegara kembali dibuka untuk penerbangan komersial. Ia menilai kebijakan pemindahan penerbangan ke Bandara Kertajati, Majalengka, tidak efektif dan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata serta perekonomian Kota Bandung.
Menurut Wali Kota Farhan, masyarakat Jawa Barat selama ini dipaksa menggunakan Kertajati yang letaknya jauh dari pusat kegiatan ekonomi. Akibatnya, justru banyak warga memilih terbang melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.
"Jadi yang perlu dilakukan sekarang adalah buka segera Bandara Husein. Karena dengan segera membuka Husein, maka sektor pariwisata Kota Bandung akan bergerak," kata Wali Kota Farhan di Balai Kota Bandung, pada Kamis (12/6) lalu.
Ia mengungkapkan, selama ini terbukti bahwa pasar penerbangan terbesar di Jawa Barat berada di Kota Bandung. Oleh karena itu, menutup bandara yang melayani kebutuhan warga Bandung dan sekitarnya dinilai sebagai keputusan yang tidak masuk akal.
"Dengan ditutupnya Husein dan dipaksa semua orang pindah ke Kertajati untuk terbang, terbukti bahwa market terbesar untuk penerbangan itu ada di Kota Bandung. Jadi nggak masuk akal kalau bandara Kota Bandung itu ditutup," tegas dia.
Wali Kota Farhan juga menyoroti beban anggaran yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat kerugian operasional Kertajati yang mencapai lebih dari Rp60 miliar setiap tahun. Bahkan, menurutnya, angka kerugian itu bisa lebih besar dari yang dilaporkan.
"Saya dengar malah sebetulnya lebih dari Rp60 miliar setahun. Saya sangat menghargai Pak Gubernur yang sejak Februari kami diskusi intensif, ada upaya serius mengoptimalkan Kertajati. Tapi kelihatannya sekarang mulai kepepet," ungkap dia.
Kondisi ini, menurut Wali Kota Farhan, juga menimbulkan ketimpangan manfaat ekonomi antarwilayah. Karena banyak warga yang justru lebih memilih terbang dari Jakarta, maka pendapatan dari sektor penerbangan tidak dinikmati oleh Jawa Barat.
"Akibatnya apa? Akibatnya sekarang orang-orang Bandung dan orang luar Bandung yang mau ke Bandung, terbangnya bukan di Bandung. Yang dapat untung siapa? Jakarta, bukan Jawa Barat. Halim di Jakarta Timur," ucap dia.
Sejak dipindahkannya penerbangan komersial ke Bandara Kertajati pada 2023, Bandara Husein hanya melayani penerbangan militer dan beberapa penerbangan khusus. Sedangkan Kertajati terus menghadapi tantangan okupansi, aksesibilitas, dan operasional yang belum optimal. ils/I-1
- Bandara Kertajati
- Bandara Husein Sastranegara
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
YLKI Catat 79 Aduan Jadwal Penerbangan Berubah, Konsumen Minta Perlindungan Diperkuat
-
Dari Pulau Rengit Menuju Swasembada Energi Hijau: Mimpi Besar Bangsa dan Komitmen PLN Kembangkan PLTS 100 GWp
-
Perkuat Upaya Pelestarian Seni, Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap I Selesai Desember
-
Putin Kehilangan Dua Benteng di Timur Tengah? Suriah Ambil Alih Pangkalan Militer Russia Hmeimim dan Tartus
-
Era Baru Pengelolaan Sampah, PSEL Palembang Mulai Produksi Listrik
-
Kementerian Pendidikan Tinggi Bebaskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa Bumi NTT
-
OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.