Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasca Bentrokan, Thailand dan Kamboja Bertemu Bahas Sengketa Perbatasan

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 13:34 WIB | Oleh:
Pasca Bentrokan, Thailand dan Kamboja Bertemu Bahas Sengketa Perbatasan Doc: EPA
Ket. Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand Jenderal Pana Klaewplodthuk (kanan) dan Jenderal Kamboja Mao Sophan (kiri) berjabat tangan di perbatasan Thailand-Kamboja di distrik Kap Choeng, provinsi Surin, Thailand, 29 Mei 2025.

BANGKOK - Pejabat Thailand dan Kamboja bertemu pada hari Sabtu (14/6) di Phnom Penh, seorang jurnalis AFP menyaksikan, ketika kedua negara bertetangga itu berusaha menyelesaikan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama yang bulan lalu berubah menjadi bentrokan. 

Pasukan dari kedua negara baku tembak pada tanggal 28 Mei lalu di daerah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, tempat perbatasan Kamboja, Thailand, dan Laos bertemu, yang mengakibatkan seorang tentara Kamboja tewas.

Tentara Thailand dan Kamboja sama-sama mengatakan bertindak untuk membela diri, tetapi setuju untuk menempatkan kembali prajurit mereka untuk menghindari konfrontasi.

Thailand telah memperketat kontrol perbatasan dengan Kamboja dalam beberapa hari terakhir, sementara Kamboja memerintahkan pasukan pada hari Jumat untuk tetap "siaga penuh".

Pejabat dari kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan pada pertemuan hari Sabtu di ibu kota Kamboja, Phnom Penh. 

Penasihat Kementerian Luar Negeri Prasart Prasartvinitchai memimpin delegasi Thailand, sementara Chea Lam, menteri negara yang bertanggung jawab atas Sekretariat Urusan Perbatasan, memimpin kontingen Kamboja.  

Tidak ada pihak yang berkomentar menjelang pembicaraan. 

Konflik kedua negara berasal dari penggambaran perbatasan sepanjang 800 kilometer (500 mil), yang sebagian besar dibuat selama pendudukan Prancis di Indochina.

Wilayah ini telah mengalami kekerasan sporadis sejak 2008, yang mengakibatkan sedikitnya 28 kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.