Setelah Pemisahan Fajar/Rian, Kini Giliran Dejan/Siti Fadia Dipecah
Jumat, 13 Jun 2025, 18:55 WIBJAKARTA â Setelah 11 laga tak menghasilkan kemenangan, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memisahkan pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
âSetelah bermain rangkap selama kurang lebih enam bulan, melihat hasil yang ada dan dengan beberapa pertimbangan lain, maka Siti Fadia Silva Ramadhanti akan fokus bermain di ganda putri,â kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Sementara itu, Dejan Ferdinansyah akan tetap berada di sektor ganda campuran dan akan dipasangkan dengan pemain baru. âAgar program latihan bisa berjalan efektif dan maksimal,â ujarnya menambahkan.
Sejak berpasangan sejak awal 2025, Dejan/Fadia telah tampil di 11 turnamen, termasuk Piala Sudirman dan Kejuaraan Beregu Asia. Namun, hasil yang mereka raih dinilai belum memuaskan.
Prestasi terbaik pasangan ini adalah menjadi finalis di dua turnamen level BWF World Tour Super 300 yakni, Thailand Masters dan Taipei Open.
Dalam beberapa turnamen lainnya, mereka kerap terhenti di babak awal, termasuk saat kalah dari pasangan unggulan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampean, pada babak pertama Super 1000 Indonesia Open 2025 dengan skor 18-21, 13-21.
Sebelumnya, PBSI juga telah melakukan perombakan di sektor ganda putra. Untuk menghadapi tiga turnamen beruntun di Asia, yaitu Japan Open (Super 750), China Open (Super 1000), dan Macau Open (Super 300), Fajar Alfian akan dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri.
Langkah ini diambil menyusul absennya dua pasangan utama, Fajar/Muhammad Rian Ardianto dan Fikri/Daniel Marthin.
âRian tidak bisa tampil di Jepang dan Tiongkok karena alasan keluarga, sementara Daniel masih dalam proses pemulihan cedera. Karena itu saya dipasangkan dengan Fikri,â kata Fajar belum lama ini.
Fajar menyambut positif keputusan tersebut dan menilai keikutsertaannya bersama Fikri bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tetapi juga sebagai ajang penyegaran dan pengembangan diri di level kompetitif.
âIni kesempatan untuk mengukur kemampuan dan menjaga ritme bertanding,â ujar Fajar.
- PBSI
- Dejan-Fadia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Visa Schengen Multi Entry Berlaku Hingga 5 Tahun
-
DKJ Serukan agar Warga Menjaga Benda Peninggalan Sejarah
-
Pebalap Asal Gunungkidul, Veda Pratama, Akhiri Red Bull Rookies Cup 2025 sebagai Runner-up
-
Lisa/Varrel Jadi Angin Segar di Sektor Ganda Campuran
-
Cegah Banjir, Jakarta Pusat Banyak Lakukan Pengerukan Saluran Air
-
Gunakan Pewarna Alami untuk Pilihan Makanan Lebih Sehat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.