Perpendak Rantai Distribusi, UMKM dan Ritel Modern Didorong Perkuat Stabilitas Pangan
Jumat, 13 Jun 2025, 16:17 WIBTANGERANG SELATAN â Transformasi ritel harus berdampak nyata pada ketahanan pangan nasional. Ketika pelaku usaha mikro dan menengah bisa masuk ke dalam rantai pasok ritel modern, distribusi pangan jadi lebih efisien, harga bisa lebih stabil, dan kesejahteraan petani, nelayan, serta UMKM pangan meningkat.Â
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi, dalam keterangan pers usai peluncuran Program Holiday Sale yang digelar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) di Tangerang Selatan, Jumat (13/6).
Menurut Arief, keberadaan ritel modern sebagai mitra pemerintah sangat strategis dalam memperluas akses pasar, memperpendek rantai distribusi, serta menjaga pasokan dan harga pangan yang terjangkau. âBadan Pangan Nasional tentunya terus mendorong penguatan sinergi multipihak agar program seperti ini tak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada stabilitas dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat,â kata Arief.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Holiday Sale ini sejalan dengan langkah pemerintah menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan ekonomi nasional.Â
âKalau kita lihat, pada triwulan pertama, konsumsi rumah tangga masih cukup baik. Untuk menjaga tren ini, kita luncurkan lima paket stimulus ekonomi yang sejalan dengan program diskon yang digelar di Holiday Sale ini,â ujar Airlangga.
Ia juga menyebutkan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk mendorong kegiatan ritel sebagai pengungkit konsumsi domestik. âSaya minta seluruh agenda great sale seperti ini dibuatkan kalender nasional. Kita dorong agar setiap HUT provinsi dikaitkan dengan kegiatan promosi ritel seperti di DKI Jakarta dengan Jakarta Great Sale,â tambahnya.
Menurut Airlangga, ritel nasional memiliki potensi pasar domestik hingga 800 triliun rupiah dan masih bisa ditingkatkan menjadi 1.400 triliun rupiah. âKita harus perkuat resiliensi ekonomi domestik. Indonesia punya resource dan daya beli. Jangan sampai resource keluar tapi daya beli masyarakat turun,â katanya.
Program ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi sektor ritel terhadap PDB (produk domestik bruto) dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda ke sektor produksi, logistik, dan pangan lokal. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo yang meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik ke depan. "Kita bekerja terus untuk rakyat. Jadi saya melihat, saya percaya pertumbuhan ekonomi kita akan baik," kata Presiden Prabowo di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).
Momen Kebangkitan UMKMÂ
Sementara itu, Ketua Umum APRINDO, Solihin, menyampaikan bahwa Holiday Sale menjadi momentum kebangkitan UMKM dan ritel Indonesia. âKami melihat ritel berperan strategis sebagai jembatan antara konsumen dan pelaku usaha mikro. Dengan adanya program ini, kami harap gairah belanja masyarakat meningkat dan UMKM lokal makin kuat,â ucapnya.
APRINDO menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung UMKM masuk ke jaringan ritel modern. âKami mendeklarasikan Dukungan APRINDO dan seluruh anggota dalam pembinaan, pengembangan, serta akses pemasaran bagi UMKM, sekaligus memperkuat kolaborasi ritel modern sebagai mitra strategis pemerintah,â lanjut Solihin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berbelanja bijak dan mendukung produk dalam negeri. âBelanja di Indonesia saja. Kita akan terus berinovasi agar ritel lebih kompetitif dan mampu menembus pasar global dengan tetap mendorong lokalitas,â pungkasnya.
Adapun Holiday Sale ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ritel Nasional 2025 yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dengan tema âRetail Revival â Local Roots, Global Movesâ. Terdepat empat pilar utama yang diangkat yaitu Akses pasar bagi 50.000 pengusaha mikro dan menengah ke jaringan ritel modern, peningkatan nilai transaksi penjualan domestik hingga Rp60 triliun selama JuniâJuli 2025, pembinaan dan pengembangan UMKM agar siap go-modern dan go-digital di 38 provinsi, dan deklarasi kolaborasi multipihak untuk UMKM dan ritel sebagai mitra pemerintah pusat dan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Perdagangan Budi Santoso, Dirjen Bina Bangda Kemendagri Restuardy, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Elin Herlina, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nopian Andusti, Asdep Bid Kewirausahaan Kementerian UMKM Irwansyah, Direktur Pengawasan Standar Keamanan dan Mutu Pangan NFA Hermawan dan Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pembukaan IHSG usai libur Lebaran
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
Korsleting Listrik Hanguskan Gudang Onderdil Motor di Cengkareng
-
Balon Udara Wonosobo Saat Lebaran Diawasi Ketat, Tak Boleh Dilepas Bebas.
-
DPR Godok Regulasi Mengenai Larangan Konsumsi Daging Anjing dan Kucing
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang pada H+2 Idul Fitri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.