Lulus Tanpa Tes dan Dapat Beasiswa UKT 0, Adinda: “Ini Hadiah untuk Ibu”
Kamis, 12 Jun 2025, 19:30 WIBYogyakarta â Senyum tak lepas dari wajah Adinda Yusria Rachma (18) saat ditemui di rumahnya di Kampung Tompeyan, Kota Yogyakarta. Lulusan SMAN 8 Yogyakarta itu baru saja diterima di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sekaligus mendapatkan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau UKT 0.
âWaktu lihat nama saya lolos SNBP, rasanya kayak mimpi. Tapi ternyata belum selesai, beberapa hari kemudian saya juga dinyatakan dapat beasiswa,â ujar Adinda, Kamis (12/6).
Adinda merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sejak usia 2,5 tahun, ia dibesarkan seorang diri oleh sang ibu, Eny Setyawati (57), seorang guru di Taman Asuh Anak Al Fatihah. Kehidupan ekonomi mereka sederhana, tetapi sang ibu selalu konsisten mendukung pendidikan anak-anaknya dengan penuh keteguhan.
âSaya tanamkan ke anak-anak, kalau bisa kerjalah di bidang yang bermanfaat. Pendidikan atau kesehatan, karena itu ladang amal,â ujar Eny.
Pesan itu begitu membekas bagi Adinda. Ia tumbuh dengan cita-cita untuk menjadi seseorang yang bisa membantu orang lain secara langsung. Saat SMA, ia aktif di Palang Merah Remaja (PMR), mengikuti pelatihan pertolongan pertama dan kegiatan sosial yang memperkuat pilihannya untuk masuk ke dunia kesehatan.
Perjuangan Adinda tak selalu mulus. Nilainya sempat menurun karena padatnya kegiatan organisasi. Namun ia belajar mengatur waktu, membatasi aktivitas luar kelas, dan fokus meningkatkan nilai. Usahanya berbuah hasil: ia masuk peringkat eligible dan lolos ke UGM sesuai harapan keluarga.
âSemester akhir saya push diri sendiri. Akhirnya bisa masuk UGM dan jadi kebanggaan Ibu juga,â katanya.
Adinda menjadi anggota pertama keluarga yang berhasil menembus gerbang kampus kerakyatan tersebut. Kakaknya kini kuliah di UNY dan mereka berdua masih ditopang oleh penghasilan ibu yang terbatas.
Di balik keberhasilan itu, Adinda mengaku peran ibunya sangat besar. âMasuk UGM itu juga salah satu cita-cita Ibu. Jadi ini bukan cuma kemenangan saya, tapi hadiah kecil untuk beliau,â ujarnya.
Ke depan, Adinda sudah menyiapkan rencana. Ia ingin mendalami praktik keperawatan dan menjadi relawan di daerah bencana. Ia berharap bisa mengikuti riset kesehatan masyarakat dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan yang mendekatkannya pada pengabdian langsung.
âUGM membuktikan bahwa kampus kerakyatan itu nyata. Saya bersyukur banget jadi bagian dari kampus ini,â pungkasnya.
Program beasiswa UKT Bersubsidi UGM menjadi angin segar bagi banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Selain menghapuskan beban biaya kuliah, program ini juga membuka jalan bagi generasi muda seperti Adinda untuk terus bertumbuhâbukan hanya secara akademik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap mengabdi dan memberi makna.
Berita Terkait:
-
Agar Pelanggan Bisa Jalani Ramadan Sepenuh Hati, Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 di Wilayah Jakarta dan Banten
-
H-2 Lebaran, Pasaman Barat Mulai Dipadati Pemudik
-
Kemenhut Terapkan "Zero Waste" dan "Zero Accident" di Wisata Taman Nasional
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Kemenag Membuka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree
-
Anda Warga Tangerang? Pemkab Buka Pendaftaran Mudik Gratis "Online" Kuota Hanya 2.800 Orang
-
Bandara APT Pranoto Jadi Favorit, Puluhan Ribu Penumpang Terbang Saat Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.