- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov Jakarta Gunakan AI...
Pemprov Jakarta Gunakan AI Pantau dan Tangani Kemacetan
Rabu, 11 Jun 2025, 16:40 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini sudah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengaturan lalu lintas, termasuk untuk memantau dan menangani kemacetan di kota itu.
âYang digunakan adalah 'intelligent traffic control system' (ITCS),â kata Pramono di Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu.
ITCS adalah sistem yang dirancang untuk mengelola dan mengendalikan arus lalu lintas secara lebih efisien dengan menggunakan teknologi.
Sistem ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas berdasarkan kondisi nyata di lapangan, seperti jumlah kendaraan yang melintas dan waktu tempuh kendaraan di persimpangan.
Sistem ini biasanya melibatkan penggunaan sensor dan perangkat lunak yang dapat menganalisis data lalu lintas secara tepat waktu.
Sistem ini juga sering terintegrasi dengan berbagai teknologi lain seperti kamera pemantau dan sistem komunikasi untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi lalu lintas.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa dari hasil diskusi dengan Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo, sistem pengaturan dengan ITCS sangat baik. Namun, CCTV yang baru dimiliki, hanya 65 dari 321 yang dibutuhkan.
âMaka saya minta untuk secara bertahap kita rencanakan untuk memenuhi kebutuhan itu karena dengan hanya baru 65 saja secara signifikan sudah bisa dirasakan publik,â kata Pramono.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan nantinya akan ditugaskan sebanyak 25 orang untuk mengawasi CCTV tersebut.
âSehingga tidak ada kekosongan monitoring terhadap seluruh kamera yang ada di lapangan,â kata Syafrin.
Selain itu, disediakan pula pusat layanan (call center) yang juga terkoneksi langsung dengan manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management/CRM) sehingga, kata Syafrin, SOP untuk penanganan setiap keluhan masyarakat maksimal tiga jam harus sudah selesai.
30 persenÂ
Tingkat kemacetan (congestion level) Jakarta saat ini, berdasarkan TomTom Traffic Index adalah rata-rata sekitar 30 persen pada sistem jalan di area metro Jakarta.
Artinya, rata?rata waktu tempuh meningkat sekitar 30 persen dibandingkan waktu yang ideal tanpa kemacetan.
Waktu perjalanan juga menunjukkan bahwa untuk jarak 10 kilometer,  rata?rata diperlukan waktu sekitar 23â25 menit .
Angka di atas adalah rata?rata harian sedangkan pada jam?jam puncak pagi (sekitar jam 07.00â09.00) dan sore (17.00â19.00) biasanya jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai kemacetan paling parah.
TomTom Traffic Index adalah sebuah laporan tahunan dan layanan berbasis "floating car data (FCD)" yang mengukur tingkat kemacetan secara serempak pada lebih dari 500 kota di seluruh dunia.
- lalu lintas
- macet
- Pemprov Jakarta
- artificial intelligence
- itcs
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kementerian Pariwisata Promosikan Wisata Gastronomi Sumbar
-
Airlangga: Program Magang Nasional bagi 100.000 Fresh Graduate Tekan Angka Pengangguran
-
Kodam XXI/Radin Inten Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah dan Warga di Lampung Timur Menjelang Pembangunan Pagar TN Way Kambas
-
Pemkab Madiun Salurkan BLT Dana Hasil Cukai 2025 untuk 2.424 Buruh
-
Gandeng Bank Jakarta, Pemprov Jakarta Percepat Kredit Program 3 Juta Rumah
-
Wakil Panglima TNI Hadiri Rapat Kerja Bersama Komisi I DPR RI
-
Buka Kongres PWI, Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Kerukunan di Era Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.