Xi Jinping Telepon Presiden Baru Korsel Lee Jae-myung, Desak untuk Sama-sama Jaga Perdagangan Bebas

Selasa, 10 Jun 2025, 13:35 WIB

BEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan yang baru Lee Jae-myung berbicara melalui panggilan telepon pada hari Selasa (10/6), kantor berita milik pemerintah Tiongkok Xinhua melaporkan.

Percakapan tersebut menandai dialog resmi pertama Lee dengan Xi dan yang ketiga dengan pemimpin asing, menyusul panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.

Ket. Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung — Sumber: Yonhap

Dalam panggilan telepon tersebut, Xi mengatakan kedua negara harus mempromosikan kemitraan kerja sama strategis mereka ke tingkat yang lebih tinggi, menurut laporan Xinhua.

Xi juga mendesak Seoul dan Beijing untuk bersama-sama menjaga multilateralisme dan perdagangan bebas, serta memastikan rantai pasokan industri global dan regional yang stabil dan lancar, katanya.

Xi mendesak Beijing dan Seoul untuk "memberikan lebih banyak kepastian ke dalam situasi regional dan internasional", kata Xinhua, serta "mempromosikan kemitraan kerja sama strategis ke tingkat yang lebih tinggi".

“Hubungan Tiongkok–Korea Selatan yang sehat, stabil, dan terus mendalam sejalan dengan tren zaman,” kata Xi.

"Kerja sama bilateral yang erat dan koordinasi multilateral harus dipertahankan untuk bersama-sama menegakkan multilateralisme dan perdagangan bebas, memastikan stabilitas dan kelancaran fungsi rantai industri dan pasokan global dan regional," tambah pemimpin Tiongkok itu.

Lee, pemimpin baru Korea Selatan yang berhaluan kiri-tengah terpilih secara mutlak minggu lalu setelah memenangi pemilu dadakan yang dipicu oleh pernyataan darurat militer yang membawa bencana dari pendahulunya.

Seoul telah lama melewati batas tipis antara mitra dagang utama Tiongkok dan penjamin pertahanan Amerika Serikat.

Hubungan memburuk di bawah pendahulu Lee, Yoon Suk Yeol, yang memisahkan diri dari Amerika Serikat dan berupaya memperbaiki hubungan dengan bekas penjajah Jepang.

Namun, perekonomian kedua negara yang berbasis pada ekspor itu kini berada dalam bidikan tarif Presiden AS Donald Trump.

Dan Lee mengisyaratkan dalam kampanyenya bahwa ia akan berusaha memperbaiki hubungan dengan Beijing.

Ia juga telah menyuarakan kekhawatiran dengan mengatakan bahwa konflik di masa depan antara Tiongkok dan Taiwan tidak akan menjadi perhatian Korea Selatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.