Untuk Sekolah Rakyat, Kemensos Lakukan Studi Banding ke Sekolah Unggulan
Senin, 09 Jun 2025, 22:48 WIBJAKARTA â Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan studi banding (benchmarking) ke beberapa sekolah unggulan untuk mencari komparasi tolak ukur terkait penerapan kurikulum bagi Sekolah Rakyat agar dapat mencetak siswa-siswi sebagai agen perubahan.
Dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin malam, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico mengatakan Sekolah Rakyat rencananya akan menerapkan model pengelolaan Multi Entry-Multi Exit.
"Kami melibatkan beberapa kementerian dan lembaga untuk berdiskusi dan sesuai arahan Pak Menteri Sosial nanti kurikulum sekolah rakyat itu khasnya itu model desain kurikulum tailor made (dirancang khusus), pola pengelolaannya Multi Entry-Multi Exit, dan berasrama tentunya," kata Sekjen Kemensos Robben.
Kurikulum ini, kata Robben, dapat memberi fleksibilitas kepada siswa memilih jalur belajar sesuai kebutuhan.
Hal ini juga membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan
Melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, lanjutnya, siswa secara fleksibel dapat mempelajari sesuatu sesuai peminatan.
Adapun sebagai pembanding, pihaknya melakukan studi banding ke beberapa sekolah unggulan di Indonesia, seperti MAN Insan Cendekia Serpong, CT Arsa Sukoharjo, dan Al Hikmah Batu.
Berdasarkan hasil kunjungan ke sekolah tersebut, ia menjelaskan terlihat beberapa aspek yang perlu diimplementasikan.
Salah satunya ialah pengalaman pembelajaran dan kesenjangan antara muatan atau substansi yang berbeda pada siswa akan diselaraskan sesuai dengan kompetensi yang harus dipenuhi pada kurikulum Sekolah Rakyat melalui program persiapan.
Program persiapan atau masa orientasi juga dilakukan untuk menyiapkan siswa dalam sistem boarding school dan adaptasi terhadap kurikulum pembelajaran yang akan diikuti.
Pada saat persiapan, ia menjelaskan Sekolah Rakyat akan melakukan asesmen diagnostik pada peserta didik untuk mengetahui karakteristik masing-masing sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan hingga potensi murid.
Dalam kurikulum, Sekolah Rakyat nantinya menggunakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara individual approach dan pembelajaran mendalam (deep learning).
Selain itu, lanjutnya, terdapat nilai penguatan karakter, penguatan spiritualitas, penguatan cinta tanah air, dan penguatan bahasa.
- Kemensos
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jackie, Si Elang Botak yang Viral Mati Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Tak Mau Kekurangan Air! Pemkab Lamongan Optimalkan Waduk dan Rawa untuk Irigasi
-
Tol Jambi-Rengat Rp17 Triliun Dikebut, Pembebasan Lahan Ditargetkan Tuntas Desember 2026
-
Link dan Cara Cek Penerima Bansos PKH BPNT Bulan Agustus 2026
-
Siaga Kabut Asap Karhutla, BULOG Jamin Stok Beras Aman dan Buka Jalur Bantuan Untuk Kalimantan
-
Menata Ulang Titik Reklame demi Menjaga Estetika Kota
-
Era Suku Bunga Tinggi AS Jadi Ujian Ketahanan Kebijakan Ekonomi Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.