UMKM Bantul Mau Makin Berkembang? Ini Pesan Penting GKR Hemas agar Bisa Naik Kelas

Jumat, 30 Okt 2026, 00:01 WIB

YOGYAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Perlu ada kerja sama dengan dinas agar difasilitasi, sehingga tidak hanya produk berdasarkan pesanan. Ini sudah bagus, luar biasa Pak," kata GKR Hemas saat melakukan kunjungan industri di Rumah Produsen Tas Kulit Djoen Leather, Bantul, Kamis.

Ket. Foto: Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas saat melakukan kunjungan industri di Rumah Produsen Tas Kulit Djoen Leather, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (29/10). — Sumber: Antara foto

GKR Hemas menceritakan alasan kunjungan ke produsen tas kulit tersebut bermula saat dirinya melihat sebuah tayangan YouTube yang mengupas tuntas soal karya pelaku UMKM Bantul yang sudah tembus ke mancanegara.

"Apa yang sebetulnya ada di Kabupaten Bantul ternyata banyak sekali yang belum digali lagi. Saat ada pameran dan lihat produknya luar biasa. Jadi ini memiliki daya saing yang cukup luas," katanya.

Istri dari Gubernur DIY tersebut juga mengakui ketelitian dan ketekunan pemilik Djoen Leather patut menjadi contoh, karena hanya dari modal Rp4,3 juta bisa bertahan sejak tahun 2015.

Pemilik Djoen Leather Harjuno Wiwoho mengaku bersyukur usahanya masih terus menerima pesanan di tengah tantangan ekonomi yang dinamis berkat kerja sama yang baik dengan sesama perajin.

"Dalam kondisi saat ini dibutuhkan saling kerja sama dan tukar informasi antarperajin agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar. Alhamdulillah masih banyak kerjaan dan produksi. Banyak dari instansi yang order di tempat kami," katanya.

Ia mengaku dalam menjalankan usahanya, banyak pihak yang terlibat termasuk dari para sesama pengrajin, produsen kulit, perbankan, dan pemerintah daerah setempat.

"Dulu kan pemasaran Djoen leather bukan dari sosial media, tetapi dari getok tular. Berkat kerjaan kita bagus, bisa dan bisa dipertanggungjawabkan, itu yang bikin kami bisa dipercaya oleh konsumen. Pada kondisi seperti ini, memang lagi susah-berat, sehingga harus lebih kreatif dan inovatif," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan sektor kerajinan lokal memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah melalui produk domestik regional bruto.

"Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan asosiasi sangat diperlukan untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Bantul," kata Ari.

Menurut dia, salah satu kekuatan di Kabupaten Bantul adalah kerajinan lokal, karena memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto.

"Industri UKM Bantul 14 persen atau lebih tinggi dibanding pertanian 13 persen, kemudian di bawahnya akomodasi dan makan minum atau identik dengan pariwisata. Sebanyak 75 persen kerajinan DIY dihasilkan kerajinan Bantul. Ada sentra batik, mebel, gerabah, anyaman dan ini tidak terbantahkan Bantul sebagai gudangnya kerajinan di DIY," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharjo menambahkan pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pasar bagi perajin lokal melalui kegiatan penjajakan bisnis dengan pembeli internasional.

"Kami akan terus memfasilitasi para pelaku IKM agar produk kerajinan kulit dan pangan lokal Yogyakarta mampu menembus pasar ekspor global," ujar Anton Raharjo.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.