Rektor UI Bicara Penguatan Internasional di Forum Rektor BRICS+
Senin, 09 Jun 2025, 17:10 WIBDEPOK - Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah berbicara mengenai penguatan internasional di forum rektor BRICS+ di Rio de Janeiro, Brasil.
Rektor UI Prof Heri Hermansyah dalam keterangannya diterima di Depok, Senin (9/6), mengatakan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar-perguruan tinggi negara-negara BRICS+ untuk akselerasi penguatan daya saing pendidikan negara negara BRICS+.
Prof Heri menyampaikan presentasi dengan judul âBRICS University Cooperation: Bridging World, Bringing Science & Innovationâ dan menekankan kerja sama dalam program pendidikan gelar ganda (double degree).
Selain itu perlu juga adanya inisiatif penelitian bersama, pendanaan bersama (match-funding), pertukaran akademik dosen, staf dan mahasiswa, profesor tamu/fellowship dan pemberian beasiswa untuk mahasiswa asing.
Di hadapan sekitar 150 rektor yang hadir dari berbagai negara, Prof Heri mengajak anggota untuk mengikuti pemeringkatan UI Green Metric untuk mengukur sustainability impact dari kampus.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa kehadiran UI dalam forum ini setelah sebelumnya pada 5 Maret 2025 mendapat kunjungan Vice-Rector for International Relations, Lomonosov Moscow State University (LMSU), Alexey Vazhov di kampus UI Depok.
LMSU merupakan universitas tertua di Rusia dan merupakan penggagas kerja sama universitas di forum BRICS (BRICS University Union) serta Duta Besar Brasil untuk Indonesia George Monteiro Prata.
âUniversitas Indonesia sangat terbuka dan terus memperluas kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik dalam skala regional Asia maupun global," katanya.
Kerja sama dan kolaborasi pada berbagai bidang khususnya Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat) perlu diperluas dan diperkuat, sehingga dapat memberi dampak yang dirasakan tidak hanya dalam cakupan BRICS+, tetapi juga dunia secara lebih luas.â ujar Prof Heri.
Kolaborasi dan kerja sama perguruan tinggi BRICS ini diharapkan dapat menjadi pemicu dalam mendorong daya saing pendidikan BRICS+ di tengah peta geoekonomi, geopolitik dan geostrategi.
Indonesia resmi menjadi negara anggota BRICS+ ke-10 setelah diumumkan oleh Brasil sebagai Ketua BRICS pada Januari 2025.
BRICS+ saat ini terdiri atas 10 negara anggota tetap, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, serta Indonesia, dan setidaknya ada 13 negara yang bergabung sebagai mitra.
Eksistensi BRICS+ saat ini dipandang menjadi kekuatan yang cukup strategis dengan menguasai sekitar 36-37 persen PDB dunia, sebanyak 40 persen populasi dunia, dan 40 persen pengguna internet dunia. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Proliga 2026: Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan
-
BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti
-
Capai 3.100 Kasus, Malaysia Dilanda Wabah TBC - Masyarakat Diminta Pakai Masker
-
Jam Operasional Padel Segera Diatur Gubernur Pramono agar Tak Ganggu Masyarakat
-
Dua Gempa Beruntun Goyang Sumbar dan Sumut, BMKG: Tidak Picu Tsunami
-
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi
-
Ini Daftar Pemenang Festival Film Venesia ke-82
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.