Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur NTB Tetapkan Desa Ungga sebagai Percontohan Rumah Transformatif demi Wujudkan Hunian Layak, Berdaya, dan Berkelanjutan

📅 Senin, 09 Jun 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur NTB Tetapkan Desa Ungga sebagai Percontohan Rumah Transformatif demi Wujudkan Hunian Layak, Berdaya, dan Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah.

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Desa Ungga di Kabupaten Lombok Tengah bisa menjadi percontohan pembangunan perumahan transformatif di wilayah setempat.

"Konsep pembangunan rumah transformatif menjadi penting di tengah keterbatasan lahan," kata Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dalam rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah di Mataram, Senin (9/6).

Dalam forum yang dihadiri para bupati, wali kota, dan kepala dinas perumahan se-NTB itu, Gubernur menjelaskan pemerintah tengah menguji coba model perbaikan rumah berbasis transformasi sosial di Desa Ungga, Lombok Tengah, sebagai upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di NTB.

Ia mengatakan, konsep pembangunan transformatif tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, sebagaimana yang umumnya dilakukan oleh dinas perumahan. Lebih dari itu, pendekatan ini melibatkan lintas sektor untuk melihat persoalan kemiskinan ekstrem secara lebih menyeluruh.

Gubernur menyebutkan, berbagai OPD seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

"Perhatian diberikan pada aspek tata ruang, sanitasi, akses air bersih, hingga penciptaan ruang sosial yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang masyarakat," terang Iqbal.

Menurutnya, perbaikan rumah semata tidak cukup. Ia mencontohkan bahwa tanpa transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi, warga yang telah dibantu justru bisa kembali jatuh ke jurang kemiskinan karena harus menjual aset-aset produktif untuk bertahan hidup.

"Ujung-ujungnya kita harus intervensi lagi karena masuk dalam jurang kemiskinan," ucapnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya identifikasi potensi ekonomi warga agar mereka bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada bantuan.

Lebih lanjut, Gubernur NTB menyampaikan bahwa penanganan isu perumahan dan permukiman memang bersifat lintas sektoral. Tugas utama kepala daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, adalah merajut berbagai sumber daya yang tersebar di berbagai sektor dan tingkat pemerintahan.

Gubernur pun mengajak para bupati dan wali kota agar memandang persoalan kemiskinan ekstrem dari berbagai sisi. Tujuannya bukan hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

"PR paling penting kita adalah menyelesaikan usulan agar cepat sampai ke Kementerian Perumahan, saya harap balai perumahan untuk memberikan asistensi sehingga proposal betul-betul sesuai dengan keinginan pemerintah pusat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Mendukbangga Sebut Tiga Isu Ancam Masa Depan Remaja

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendukbangga Sebut Tiga Isu...

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.