Wamen PPPA Ungkap Kesetaraan Gender Harus Dimulai dari Keluarga

Minggu, 08 Jun 2025, 16:30 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengatakan, upaya meningkatkan kualitas SDM harus dilakukan secara inklusif. Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dapat dilakukan mulai dari unit terkecil negara, yaitu keluarga.

“UUD 1945 menjamin keadilan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan antara perempuan dan laki-laki. Artinya, peningkatan kualitas SDM harus dilakukan tanpa diskriminasi gender, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk berkembang,” kata Veronica dalam keterangannya yang diterima Minggu (8/6).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan — Sumber: Humas Kemen PPPA

Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong partisipasi aktif perempuan di berbagai sektor yang memberikan akses, motivasi, dan kesempatan setara. Salah satunya, adalah kebijakan afirmatif keterwakilan perempuan dalam politik yang diatur melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

Veronica menilai peran keluarga mampu menanamkan mindset yang sama mengenai aksesibilitas.

“Tinggal bagaimana aplikasi dan implementasinya di lapangan," ujar dia.

Anggota Komisi Paripurna Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, sependapat tentang pentingnya peran keluarga dalam menciptakan keadilan gender. Ia mengutip kata-kata Paul San Francisco, yang menyebut bahwa kesetaraan ada pada keluarga.

"Tidak ada keluarga yang sempurna. Semuanya harus bisa saling menumbuhkan keluarga yang utuh, saling memaafkan, dan saling mengampuni,” ucap dia.

Sementara, Sekretaris Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan Wali Gereja Indonesia, Stefani mengungkapkan, salah satu tantangan kesetaraan gender adalah budaya patriarki. Untuk itu, ia mendorong kolaborasi antarpihak untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh perempuan.

“Mari kita menjadi corong-corong yang menyuarakan keadilan dan kesetaraan gender di manapun kita berada. Isu gender bukan sekedar isu ketimpangan antara relasi laki-laki dan perempuan, tetapi lebih pada esensi harkat, dan martabat manusia demi keutuhan ciptaan," kata Stefani. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.