Pochettino Bantah Rumor Kembali ke Spurs: “Saat Ini Tidak Realistis”

Minggu, 08 Jun 2025, 08:40 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT – Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menepis rumor yang mengaitkan dirinya dengan posisi manajer Tottenham Hotspur yang kini kosong usai pemecatan Ange Postecoglou, Sabtu (7/6).

Pochettino, yang pernah menukangi Spurs selama lima tahun (2014–2019) dan membawa mereka ke final Liga Champions, mengatakan bahwa rumor seperti ini sudah sering muncul setiap kali posisi pelatih di Spurs lowong.

Ket. Foto: Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino. — Sumber: AFP

“Sejak saya pergi pada tahun 2019, setiap kali saya sedang tidak melatih dan Tottenham butuh pelatih, nama saya selalu masuk daftar,” ujar Pochettino dalam konferensi pers usai kekalahan 2-1 AS dari Turki di laga persahabatan.

“Kalau lihat rumor-rumornya, ada mungkin 100 nama pelatih di daftar itu. Jadi saya rasa tidak perlu terlalu khawatir.”

Pochettino saat ini terikat kontrak dua tahun bersama timnas Amerika Serikat, yang akan tampil sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko di Piala Dunia 2026. Meski tak menutup kemungkinan kembali ke Spurs suatu hari nanti, ia menyebut sekarang bukan waktunya.

“Jika suatu saat ada yang terjadi, kalian pasti tahu. Tapi hari ini, itu tidak nyata. Tidak realistis,” kata pelatih asal Argentina itu. “Lihat saja di mana saya sekarang. Kami sedang bekerja untuk proyek besar bersama tim nasional.”

Pochettino juga menyebut Tottenham sebagai salah satu klub yang memiliki tempat spesial di hatinya, seperti Newell's Old Boys dan Espanyol, dua klub lamanya.

Pemecatan Ange Postecoglou oleh manajemen Spurs cukup mengejutkan. Pelatih asal Australia itu baru saja membawa Tottenham meraih trofi Liga Europa—gelar pertama klub sejak 2008 dan trofi Eropa pertama dalam 41 tahun.

Postecoglou mengantar Spurs menang 1-0 atas Manchester United di final yang digelar di Bilbao. Namun performa buruk di Liga Inggris, yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak musim 1976-77 saat mereka terdegradasi, membuatnya kehilangan jabatan hanya 16 hari setelah sukses tersebut.

Sementara itu, kekalahan dari Turki membuat timnas AS menelan tiga kekalahan beruntun, setelah sebelumnya tumbang dari Kanada dan Panama di ajang CONCACAF Nations League bulan Maret lalu.

Meski begitu, Pochettino tetap optimistis. Ia memuji semangat bertanding anak asuhnya dalam laga uji coba kali ini dan menjadikannya modal penting menuju Piala Dunia.

“Sikap yang saya lihat hari ini harus dipertahankan ke depannya hingga Piala Dunia,” ujarnya. “Kalau saya ganti skuad di bulan September, saya ingin level komitmen dan sikap mereka tetap sama, tanpa banyak mengeluh.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.