Dukung Target Swasembada 2025, Kota Bandung Panen Raya Jagung

Jumat, 06 Jun 2025, 22:40 WIB

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Polrestabes Bandung menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Seinfarm Kecamatan Ujungberung, Kamis (5/6) lalu.

Panen raya ini merupakan bagian dari program nasional mendukung swasembada pangan tahun 2025 yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi kontribusi para petani Kota Bandung yang telah memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan komoditas pangan strategis seperti jagung.

"Alhamdulillah hari ini kita bersama Polrestabes melaksanakan panen raya jagung kuartal II secara serentak se-Indonesia. Petani kita juga mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian berupa dua buah traktor. Ini alat yang akan mempermudah dan melipatgandakan hasil panen," ujar dia.

Wakil Wali Kota Erwin juga mengakui keterbatasan lahan pertanian di Kota Bandung. Namun, ia menuturkan untuk meoptimalisasi lahan yang ada untuk menunjang ketahanan pangan warga kota.

"Karena Bandung ini kota, tanahnya tak sebanyak di daerah. Tapi semoga panen ini bermanfaat terutama bagi warga Kota Bandung," kata dia.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 20 hektare lahan yang ditanami jagung menghasilkan rata-rata 8,9 ton per hektare.

Wakil Wali Kota Erwin juga mengatakan, Pemkot Bandung pun mendukung para petani dalam bentuk pupuk dan berbagai bantuan lainnya guna meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Polri yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah di Kota Bandung masih ada lahan yang bisa kita manfaatkan di Ujungberung dan Panyileukan. Ini untuk mendukung swasembada pangan," tutur dia.

Panen Raya Jagung Serentak secara nasional dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sambutannya yang disiarkan langsung, Prabowo menegaskan target Indonesia untuk tidak lagi mengimpor jagung pada 2026.

"Kalau tahun yang lalu kita masih mengimpor jagung sekitar 500.000 ton, kira-kira tahun 2026 sudah tidak impor lagi," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mendorong pengembangan produk-produk olahan berbasis jagung, seperti keripik dan nasi jagung, yang dinilai lebih sehat dan bernilai tambah tinggi.

"Saya kira bisa dibikin nasi dari jagung. Itu lebih sehat dari nasi-nasi lain," kata dia.

Sedangkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan yang sama menyampaikan, Polri berkomitmen mendukung penuh program ketahanan pangan nasional, mulai dari penanaman, edukasi, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.

"Hasil panen bisa meningkat signifikan dengan dukungan alsintan yang memadai," ujar dia.

Secara nasional, hingga saat ini telah tersedia 445.600 hektare lahan siap tanam dan 922.700 hektare lahan perhutanan sosial yang sedang dalam proses verifikasi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.