Ukraina Akui Serang Jembatan Russia-Crimea

Kamis, 05 Jun 2025, 02:25 WIB

KYIV - Dinas keamanan SBU Ukraina pada Selasa (3/6) mengatakan bahwa mereka telah menyerang jalan raya dan jembatan kereta yang menghubungkan Russia dan Semenanjung Crimea di bawah permukaan air dengan bahan peledak.

Dalam sebuah pernyataan, SBU mengatakan telah menggunakan 1.100 kilogram bahan peledak yang diledakkan pada dini hari dan merusak pilar bawah air jembatan, yang merupakan rute pasokan utama bagi pasukan Russia di Ukraina di masa lalu.

Ket. Foto: Cuplikan gambar dari rekaman video yang dirilis pada Selasa (3/6) memperlihatkan ledakan di Jembatan Kerch yang menghubungkan Crimea dengan Russia. Ukraina mengklaim bahwa mereka telah menyerang jembatan itu. — Sumber: AFP/UKRAINIAN SECURITY SERVICE

"Sebelumnya, kami telah menyerang Jembatan Crimea sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2022 dan 2023. Jadi hari ini kami melanjutkan tradisi ini di bawah air," kata SBU dalam pernyataannya, seraya menambahkan bahwa operasi tersebut telah dipersiapkan selama beberapa bulan.

Media resmi Russia yang menyediakan pembaruan status rutin pada jembatan tersebut mengatakan, operasinya telah ditangguhkan selama sekitar tiga jam antara pukul 4 pagi hingga 7 pagi waktu setempat. Tidak disebutkan alasan penutupan sementara, tetapi dikatakan jembatan telah dibuka kembali dan berfungsi seperti biasa.

SBU membagikan rekaman video yang menunjukkan ledakan di samping salah satu dari banyak pilar penyangga jembatan.

Sementara itu para blogger militer Russia mengatakan serangan itu tidak berhasil dan berspekulasi bahwa serangan itu dilakukan oleh pesawat tak berawak laut Ukraina.

Jembatan Crimea sepanjang 19 kilometer di atas Selat Kerch merupakan satu-satunya penghubung langsung antara jaringan transportasi Russia dan Semenanjung Crimea, yang dianeksasi Moskow dari Ukraina pada tahun 2014. Jembatan itu terdiri dari jalan raya dan rel kereta api yang terpisah, keduanya ditopang oleh tiang beton, yang memberi jalan bagi bentang yang lebih lebar yang ditopang oleh lengkungan baja di titik tempat kapal-kapal melewati antara Laut Hitam dan Laut Azov yang lebih kecil.

Jembatan itu digunakan oleh pasukan Russia selama invasi mereka ke Ukraina pada bulan Februari 2022, ketika mereka menyeberanginya untuk mencapai Crimea dan dari sana merebut sebagian wilayah Kherson selatan dan Zaporizhzhia tenggara Ukraina. SB/CNA/I-1

  • ukraina

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.